Rabu, 31 Mei 2017

[ULASAN] GANG oleh Avans Cross Lines



Judul Buku: GanG
Penulis : Avans Cross Lines
Penerbit: Cross Lines Books (self-published)
Terbit: April 2017
ISBN: 978-602-665-211-9

Sinopsis:
Martyr Project, sebuah proyek rahasia pemerintah yang bertujuan untuk mencari pelaku kasus pembunuhan dengan cara menghidupkan kembali jasad korban yang telah mati dan menjadi saksi atas kematiannya sendiri.
Alley, seorang ibu muda beranak satu itu melakukan pencarian terhadap suaminya yang hilang di kota mati yang coba pemerintah hidupkan kembali sejak 3 tahun lalu setelah sebelumnya terisolasi selama seabad dari peradaban. Namun, pencarian ini tak semudah yang ia kira karena kegelapan hendak mengurungnya dalam ruang dan waktu tak menentu. Ia tersesat di sebuah gang misterius dan perlahan menemukan fakta-fakta mengejutkan.
Penyihir, mutan, monster, virus, gas beracun, iblis, arwah gentayangan, zombie, teknologi berbahaya masa lalu, dan walikota berusaha melenyapkan Alley dalam pencariannya terhadap suaminya, anaknya, dan kebenaran tentang segala hal yang terjadi di kota tersebut.

Ulasan:
Kisahnya diawali dengan kejar-kejaran seorang pria dan seekor monster yang hendak memangsanya. Pria itu bernama Rehan, seorang reporter, dan dia terjebak di sebuah gang Avycon bersama rekannya Sam, yang terpisah darinya. Rehan dan Sam dinyatakan hilang. Lalu istri Rehan, Alley bermaksud mencari kabar suaminya di Lurid City dengan membawa anaknya. 

Lurid City dulunya adalah sebuah kota tempat para ilmuwan militer bekerja, lalu karena musibah kebocoran laboratorium sehingga mengeluarkan gas beracun dan virus yang memusnahkan hampir semua penduduk di dalamnya, kota tersebut di isolasi. Kemudian 3 tahun lalu pemerintah bermaksud membuka kota itu lagi agar bisa ditinggali dan meninggalkan masa lalunya yang buruk. Tetapi ternyata masa lalu tersebut masih menghantui di gang-gang tertentu seperti Gang Kana dan Gang Avycon. 

Begitu Alley memasuki kota Lurid dia disuguhi berbagai macam peraturan aneh yang semestinya mampu membuat siapapun hengkang dari tempat itu, belum lagi masih banyak berita tentang orang yang mati atau hilang karena salah memasuki kedua gang berbahaya tersebut. Pihak berwajib juga tidak bisa berbuat apa-apa karena bahaya kontaminasi virus dan gas beracun masih menghuni gang-gang tersebut. Ini cukup aneh, apakah kurang personil? Kalau begitu kenapa dibuka pula kotanya? Banyak pertanyaan muncul di sini, tapi ini baru awalnya saja. Beberapa penduduk yang tidak pergi dari kota itu adalah karena rumah dan apartemennya dijual murah, dan mereka terlalu miskin untuk tinggal di kota besar. Alley juga bertekad untuk tetap tinggal karena dia ingin menemukan suaminya.

Karena suatu peristiwa menyangkut anaknya, Alley yang terburu-buru pulang akhirnya malah nyasar ke gang Kana dan di sana dia mengalami hal-hal aneh. Alley bisa keluar setelah bersusah payah hanya untuk mendengar kabar mengejutkan dari temannya, Eren dan setelahnya Alley tetap bertekad membongkar kebenaran atas kota Lurid. Dia pun masuk kembali ke Gang Avycon dibantu polisi muda Thomas, Eren, dan dua orang wanita yang juga sedang mencari anggota keluarga mereka. Kali ini rahasia yang dikubur di kota tersebut melibatkan penyihir dan masa lalu penuh darah. Pada saat ini Alley sudah mengetahui rahasia macam apa yang terkubur dan betapa dia ngeri memikirkan apakah dirinya bisa selamat dari labirin di gang Avycon. Lalu apakah Alley bisa bertemu kembali dengan suami dan anaknya? Endingnya akan membuatmu memilih antara moral atau kebaikan bersama walau harus mengorbankan beberapa hal.

 Secara garis besar, ceritanya memang menarik dan cukup seru. Pengungkapan misterinya dibuka secara perlahan. Kekurangannya adalah tidak adanya emosi antara karakter-karakternya. Latar belakang dunianya juga tidak dibuat dengan landasan yang kuat sehingga banyak sekali kejadian-kejadian yang nggak masuk akal secara logika. Tanpa landasan yang kuat, kekejaman dan kengerian kisahnya jadi seperti uap yang menghilang tanpa meninggalkan bekas apa-apa. Walau gaya tulisannya rapi dengan diksi yang baik, kebanyakan isinya hanya 'memberitahu' bukan 'memperlihatkan'. Jadi menurut saya buku ini masih prematur dan perlu digodok lagi dan dimasukkan ke dalam oven agar bisa memberikan kudapan yang lezat. Penyuguhan peta dan desain cover sungguh menarik mata, so that's a good job.


Terakhir, Don't stop writing, You have a potential ^^.



Catatan: Ulasan ini dibuat dan dikirim oleh FR. 

Novel Fiksi Ilmiah Klasik Wajib Baca

Kalau menyebut novel klasik, yang segera muncul di otak adalah novel-novel zadul yang diterbitkan akhir abad ke-19, seperti Pride & Prejudice - Jane Austen, Sherlock Holmes - Sir Conan Doyle, atau yang jauh lebih tua lagi seperti Hamlet - Shakespeare, Odysseus - Homer, dll. Padahal kategori novel klasik tidak hanya terbatas pada usia tuanya, tapi juga dilihat berdasarkan ceritanya yang tak lekang oleh waktu. Artinya bisa dinikmati dan masih relevan jika dibaca 100 tahun dari sekarang, contohnya saja Twilight - Stephanie Meyer, A Song of Ice and Fire, dan Harry Potter - J.K. Rowling. Keduanya begitu menggugah jagat penulisan sehingga beberapa pengamat buku menganggap buku mereka bisa dikategorikan dalam novel klasik.

Tapi yang ingin Penfi angkat sekarang adalah novel-novel klasik zaman dulu. Masih di ranah Fantasy/FikIl/Disto, ini beberapa novel klasik yang menurut Penfi WAJIB kalian baca.  :)


1. 20,000 Leagues Under The Sea by Jules Verne

Buku ini didapuk menjadi buku fiksi ilmiah yang mengubah buku-buku bergenre sama ke tingkat yang lebih tinggi. Diterbitkan pertama kali pada tahun 1870, buku ini menceritakan tentang petualangan Kapten Nemo dan Dr. Aronnax dengan kapal selamnya The Nautilus yang dianggap jauh lebih maju, mengarungi lautan untuk mencari monster laut. Sementara Kapten Nemo sendiri menyimpan agenda lain yaitu untuk membalas dendam pada masyarakat yang sudah mengucilkan dirinya. 

Fakta Seru: Kapal Selam The Nautilus betul-betul ada, diciptakan oleh Robert Fulton, dengan dana dari Angkatan Laut Perancis pada tahun 1800. Baru pada tahun 1880an Kapal Selam bertenaga listrik diciptakan oleh teknisi asal Rusia bekerjasama dengan teknisi asal Inggris, Spanyol, dan Perancis, meskipun baru berupa punarupa. Kapal Selam desain modern yang kita lihat sekarang didesain pada awal abad 20. 
Fakta Seru 2: Karena buku Jules Verne aslinya ditulis dalam bahasa Perancis, banyak ditemukan kesalahan dalam penerjemahan dan bahkan sensor dari pemerintah yang menguasai pada zaman itu. Project Gutenberg telah bekerja untuk mengembalikan teks asli Jules Verne dan memperbaiki terjemahan yang keliru.  

Buku-buku Jules Verne yang diapresiasi: Selain 20,000 Leagues, Jules Verne dipuji atas 2 bukunya yang lain yaitu Journey to the Center of the Earth dan Around the World in 80 days. Tapi tentu saja ada buku-bukunya yang lain yang sama menariknya. 


2. The Time Machine by H. G. Wells

Ini adalah pertama kalinya konsep perjalanan waktu dilakukan dengan sebuah alat, sebuah mesin yang bisa membawa seseorang mengarungi waktu. Tersebutlah seorang ilmuwan Inggris telah menciptakan mesin yang mampu mengarungi waktu dan seterusnya ilmuwan ini hanya disebut sebagai Penjelajah Waktu. Selanjutnya dia menjelajahi waktu hingga 800.000 tahun ke masa depan dan dia mendapati bahwa teknologi sudah jauh lebih maju. Sang ilmuwan juga menemukan bahwa ras manusia kini terbagi jadi 2 golongan, Eloi dan Morlocks. Keduanya sangat bertentangan antara satu dan yang lain sehingga menimbulkan pertanyaan-pertanyaan filosofis tentang kehidupan bermasyarakat pada zaman kita sendiri. Petualangan sang Penjelajah Waktu di masa depan pun mengalami tantangan-tantangan sendiri.

Fakta Seru: Konsep perjalanan waktu bukanlah sesuatu yang baru, kita bisa menemukan kisah-kisahnya dalam legenda Hindu, Buddha, dan bahkan Jepang dengan kisah Urashima taro. Penulis asal Rusia bernama Alexander Veltman diketahui telah menulis novel pertama yang mengangkat tema perjalanan waktu dengan bukunya yang berjudul The Forebears of Kalimeros: Alexander, son of Phillip of Macedon pada tahun 1836. Dan kalau kalian pernah baca atau nonton, buku Charles Dickens berjudul A Christmas Carol, juga berkisah perjalanan waktu pada tahun 1843. Namun memang kisah perjalanan waktu semakin populer setelah H.G.Wells menerbitkan The Time Machine pada tahun 1895. Sampai sekarang konsep perjalanan waktu tetap terasa eksotis dan jadi perbincangan di kalangan ilmuwan. 

Buku-buku H.G. Wells yang diapresiasi: Dari sekian banyak tulisan fiksi ilmiahnya, ada 3 novel lain yang mengangkat namanya menjadi salah satu "Bapak Fiksi Ilmiah" bersama Jules Verne dan Hugo Gernsback (pendiri majalah Amazing Stories yang berisi cerpen-cerpen Fiksi Ilmiah, namanya kemudian diabadikan menjadi Penghargaan Hugo untuk buku-buku kategori Fiksi Ilmiah), yaitu The Island of Doctor Moreau (1896) bercerita tentang sebuah pulau berisi percobaan hibrida terhadap manusia, The Invisible Man (1897) tentang seorang pria tak kasat mata, dan The War of the World (1898) tentang invasi alien ke bumi.


3. I, Robot by Isaac Asimov

Diterbitkan pada tahun 1950, Isaac Asimov, penulis asal Russia-Amerika ini mempopulerkan Tiga Hukum Robotik yang terus menerus dipakai dalam setiap novel fiksi ilmiah dengan tema robot. Buku ini sendiri merupakan kumpulan cerpen yang awalnya dipublikasikan di majalah Fiksi Ilmiah. Buku ini termasuk dalam serial Robot series dengan 4 judul lanjutan: The Caves of Steel, The Naked Sun, The Robots of Dawn, dan Robots and Empire (buku terakhir merupakan kisah gabungan antara serial Robot dan serial Galactic Empire yang juga ditulis Isaac Asimov).

Fakta Seru: kumcer I, Robot tersebut mendapat pengaruh besar dari cerpen karya Earl dan Otto Binder, seorang penulis novel dan komikus Amerika. Otto Binder menulis cerpen berjudul sama - I, Robot - dengan menceritakan seorang robot baik hati dan penuh simpati yang dipanggil Robbie. Otto Binder dikenal menulis karya Captain Marvel Adventures dan kisah-kisah lain seputar superhero dalam komik Marvel.

Buku-buku Isaac Asimov yang diapresiasi: Hampir semua tulisan Isaac Asimov mendapat perhatian para penggemar genre Fiksi Ilmiah, karena istilah-istilah kerobotan yang dia ciptakan sendiri untuk mengembangkan robot. Selain serial Galactic Empire yang merupakan space-opera, serial Foundation Trilogy juga mendapat perhatian karena menceritakan seorang matematikawan yang menemukan rumus matematika untuk meramal masa depan dalam skala global. Kemudian ada juga Nightfall yang mendapat sambutan paling ramai karena mengisahkan tentang kondisi sosial masyarakat sebuah planet yang memiliki 6 matahari sehingga tidak pernah mengenal kegelapan malam. Nightfall menjadi novel pertama yang mengangkat tema social science fiction. Cerpen yang mengembangkan konsep robot juga menjadi terkenal dalam bukunya The Bicentennial Man.   


4. The Left Hand of Darkness by Ursula K. Le Guin

Ursula menciptakan sebuah planet bernama Hain di mana manusianya maju secara teknologi dan mengolonisasi banyak planet lainnya termasuk Terra (bumi) dan Gethen yang suhu dalam planet selalu dingin sehingga mendapat sebutan lain "Winter". Kisahnya mengikuti seorang pria bernama Genly Ai, warga Terra, yang dikirim ke Gethen sebagai duta untuk mengundang Gethen ke dalam persekutuan manusia disebut Ekumen. Genly Ai dikirim sendirian ke planet yang penduduknya bisa menggunakan telepati itu, meskipun kemampuan tersebut sudah lama tidak digunakan. Ai tiba di salah satu kerajaan besar bernama Karhide, tapi kemudian intrik-intrik pun bermunculan. Salah satu hal unik dalam buku ini adalah tentang penduduk planet Gethen yang ambisexual, yang berarti penduduknya tidak memiliki perbedaan jenis kelamin selama rentang waktu 24 hari dalam keseluruhan 26 hari siklus bulan. Penduduk Gethen baru akan memilih jenis kelaminnya sekali setiap bulan pada saat kesuburan tinggi. Itu berarti di Gethen tidak ada perbedaan status sosial atau friksi antar gender dalam kehidupan sehari-hari. 

Fakta Seru: Novel ini terbit pada tahun 1969 ketika terjadi perdebatan mengenai istilah feminist yang menyeruak ke permukaan untuk menuntut kesetaraan hak di dunia Barat. Seperti banyak hal lainnya buku ini diperdebatkan atas kekurangan-kekurangannya.

Buku-buku Le Guin yang diapresiasi: Novel lain yang mendapat dua penghargaan Hugo dan Nebula Awards sekaligus seperti The Left Hand of Darkness adalah The Dispossessed yang terbit pada tahun 1974. Buku tersebut masih dalam lingkup yang sama dengan The Left Hand of Darkness yang disebut The Hainish Cycle. Buku-buku lainnya yang mengambil tema sama adalah The Word for The World is Forest, The Eye of Heron, Always Coming Home, dan novela "Buffalo Gals, Won't You Come Out Tonight".


5. Dune by Frank Herbert

Concept Art World Illustration
Menceritakan sebuah kekaisaran galaksi di mana-mana sistem-sistem planetnya dikuasai oleh bangsawan-bangsawan yang tunduk pada satu kaisar dari Klan Corino. Lalu tersebutlah seorang pria bernama Paul Atreides yang akan menjadi penerus Klan Atreides diberikan kekuasaan untuk mengurus planet Arrakis yang ternyata memiliki 'rempah' berharga dan langka di seluruh kosmos. Maka muncullah intrik politik, agama, budaya, teknologi, dan prilaku manusia ketika kekaisaran ingin mengambil alih planet tersebut. 

Fakta Seru: Frank Herbert menemukan judul bukunya dari sebuah daerah di Florence, Oregon, ketika sekelompok agrikultur berusaha menghentikan gundukan pasir yang mengisap dengan menanamkan rerumputan. Frank Herbert menghabiskan waktu 5 tahun meneliti dan memperbaiki draft tulisannya sebelum akhirnya diterbitkan tahun 1965.

Buku-buku Frank Herbert yang diapresiasi: Buku Dune adalah karyanya yang paling terkenal yang kemudian dilanjutkan dengan Dune Messiah, The Children of Dune dan God Emperor of Dune. Juga masih ada serial Pandora Sequence dan lainnya. 


6. 2001: A Space Odyssey by Arthur C. Clarke

Berkisah tentang adanya bangunan berupa monolith yang ternyata merupakan alat dari alien untuk menginspirasi pertumbuhan masyarakat primitif menjadi lebih modern. Lalu seorang ilmuwan pada tahun 1999 mengunjungi stasiun luar angkasa yang bertempat di bulan dan mengetahui adanya gangguan energi. Setelah ditelusuri ditemukan benda serupa monolith. Penyelidikan lebih lanjut membuat para ilmuwan ini diberi misi mengunjungi salah satu bulan Saturnus, Iapetus. Dalam pesawat luar angkasa mereka, ada sebuah program pintar sebagai asisten yang disebut Hal. Dan dari sini hal-hal aneh mulai terjadi.

Fakta Seru: Arthur Clarke telah menjadi pemerhati perjalanan luar angkasa semenjak kecil. Bersama Robert Heinlein dan Isaac Asimov, mereka disebut "Tiga Besar" dalam dunia fiksi ilmiah.   

Buku-buku Clarke yang diapresiasi: Sebelum menerbitkan Space Odyssey (1968), Clarke terkenal akan bukunya yang berjudul Childhood's End (berupa kumpulan cerpen) ketika bumi mendapat invasi alien hanya saja entitas ini memberikan perdamaian dunia. Dan identitas alien baru terungkap pada hari yang ditentukan alien itu sendiri, dengan wujud yang menjadi pertentangan dalam kaum religius dunia. Selanjutnya ada buku The Rendezvous with Rama tentang pesawat alien memasuki atmosfer bumi dan The Fountains of Paradise tentang sebuah teknologi yang disebut 'space elevator'.


7. Neuromancer by William Gibson

Memperkenalkan dunia matrix, sebuah jaringan nirkabel global yang menghubungkan pikiran manusia secara langsung ke dalam dunia virtual. Dunia dalam buku ini sudah sangat maju dimana organ tubuh artifisial menjadi normal dan orang-orang terhubung ke dalam jaringan. Seorang hacker yang melepaskan diri kemudian mencoba menembus pusat jaringan untuk melepaskan hubungan virtual.

Fakta seru: William Gibson membuat istilah baru 'cyberspace' dalam novelanya Burning Chrome (1982) yang kemudian digunakan ketika internet muncul pada tahun 1990an. Neuromancer diterbitkan pada tahun 1983 dan mendapat pengaruh besar dari penulis Philip K. Dick dengan bukunya Do Androids dream Electric Sheep? William Gibson masih hidup dan buku terbarunya The Peripheral terbit tahun 2014.

Buku-buku William Gibson yang diapresiasi: Neuromancer dikembangkan menjadi Sprawl trilogy dengan sekuelnya berjudul Count Zero dan Mona Lisa Overdrive.


8. Do Androids Dream Electric Sheep? by Philip K. Dick

Pada tahun 2021 udara terkontaminasi oleh debu radiasi membuat penduduk Amerika mengungsi besar-besaran ke wilayah barat. Seorang pemburu bayaran kemudian disewa untuk memusnahkan 6 android dengan tipe Nexus-6. Hanya saja para android ini dibuat sangat menyerupai manusia sehingga sulit membedakan mereka dengan manusia normal. Dengan munculnya agama baru yang menolak adanya android dan membuat setiap pengungsi membawa hewan peliharaan sebagai bukti makhluk yang berempati (dibanding android), novel ini akan membuat kita bertanya-tanya apa artinya menjadi manusia.

Fakta Seru: Sepanjang hidupnya Dick melawan depresi, gangguan kegelisahan, dan schizophrenia. Ketika sakitnya kumat, Robert Heinlein menghubunginya dan memberinya dorongan semangat. Buku ini terbit tahun 1968 dan dikembangkan menjadi serial Blade Runner yang sudah diadaptasi menjadi film layar lebar.

Buku-buku Dick yang diapresiasi: Ubik (1969) adalah buku tentang manusia yang berhasil mengolonisasi Bulan dan menguasai kemampuan cenayang. Selanjutnya terdapat buku The Man in The High Castle (1962) yang melambungkan namanya, menceritakan tentang sejarah alternatif pada perang dunia kedua ketika imperal Jepang dan Uni Sovyet berhasil mengalahkan Amerika Serikat.


9. Stranger in a Strange Land by Robert Heinlein

Bumi berubah banyak setelah Perang Dunia Ketiga usai dan sistem pemerintahan menjadi berbeda di berbagai belahan dunia. Di Amerika Serikat sendiri politik berbasis agama memegang peranan penting. Kemudian sekelompok peneliti dikirim untuk mengamati planet Mars tetap di tengah jalan pesawatnya hilang kontak. Bertahun-tahun kemudian baru diketahui seorang anak selamat dari kecelakaan tersebut dan dirawat oleh penduduk Mars. Dia dikirim kembali ke bumi dan harus mempelajari cara-cara hidup orang bumi.

Fakta Seru: Robert A. Heinlein adalah mantan anggota angkatan laut Amerika Serikat dan telah mengarungi Perang Dunia Kedua. Selama perang tersebut Heinlein tetap menulis. Buku ini direncanakan akan diadaptasi menjadi seri oleh Syfy.

Buku-buku Heinlein yang diapresiasi: Heinlein menulis banyak sekali novel, novela, dan cerpen. Tetapi hanya beberapa yang mendapat penghargaan, antara lain The Moon is a Harsh Mistress, Starship Troopers, dan Time Enough for Love.


10. The Hitchhiker's Guide to the Galaxy by Douglas Adams

Ceritanya di Inggris ada invasi Alien. Mereka datang dengan kapal UFO canggih dan mengumumkan pemberitahuan yang cukup sopan dengan bahasa Inggris. Pengumuman tersebut adalah mereka akan "menggusur" planet bumi dan segala isinya oleh perusahaan konstruksi Vogon agar proyek jalur luar angkasa (pesawat) bisa dilancarkan. Sangat disayangkan, kata alien ini, bahwa teknologi manusia belum cukup maju untuk mengungsi ke planet lain, tapi apa boleh buat semua sudah direncanakan. Makanya bumi pun 'digusur' tanpa warganya sempat protes. Kisahnya berlanjut ketika ada satu pria bumi yang diselamatkan agen alien dan dia menjadi satu-satunya manusia yang selamat. Mereka menumpang pesawat UFO tersebut dan berpetualang di angkasa.

Fakta Seru: Kisah ini awalnya adalah drama radio BBC yang tayang pada tahun 1978 berupa sebuah drama komedi. Tetapi sambutannya yang baik membuat Adams menciptakan format lain, mulai dari drama panggung, video game, novel, TV seri, dan film. Ide untuk membuat kisah ini muncul ketika Adams sendiri menumpang kendaraan orang lain saat bepergian ke Eropa dengan sebuah buku panduan The Hitchhiker's guide to Europe pada tahun 1971. Kemudian sambil berbaring mabuk di tanah lapang dan menatap langit berbintang, Adams berpikir kalau seandainya ada cerita tentang manusia yang menumpang ke galaksi. Maka dia pun membuatnya.

Buku-buku Adams yang diapresiasi: Adams membuat buku ini menjadi trilogi tetapi kemudian mengembangkannya kembali menjadi 6 seri. Serial The Hitchhiker menjadi sebuah fenomena unik dalam genre fiksi ilmiah. Douglas Adams diketahui menulis buku fiksi bergenre lain dan beberapa episode Doctor Who.  


11. Hyperion by Dan Simmons

by mhanski
Novel ini dibuat dalam beberapa lini waktu dan dibagi menjadi 6 bagian. Di dunia yang disebut Hyperion ada suatu makhluk purba, misterius, dan amat kuat bernama Shrike. Beberapa orang memujanya, beberapa lain takut padanya, dan sebagian lainnya bersumpah untuk menghancurkannya. Shrike menunggu mereka semua di dalam Lembah Kuburan Waktu. Pada detik-detik hari kiamat, 6 orang melakukan perjalanan ke Hyperion untuk mendapat jawaban atas teka-teki hidup mereka. Beberapa sambil membawa harapan, dan beberapa lainnya membawa rahasia buruk. Dan mungkin ada seseorang yang memegang takdir kemanusiaan di tangannya.

Fakta Seru: Tulisan Dan Simmons banyak mendapat pengaruh dari novel-novel klasik yang dibacanya. Seri Hyperion banyak dipengaruhi oleh novel abad ke-14 The Decameron oleh penulis Italia Giovani Boccaccio dan The Canteburry Tales oleh penulis Inggris Geoffrey Chaucer. Judul Hyperion Cantos sendiri diambil dari puisi-puisi karya John Keats.

Buku-buku Simmons yang diapresiasi: Selain Hyperion Cantos yang terdiri dari 4 buku, Simmons juga terkenal atas seri fiksi ilmiah lain yaitu Ilium dan Olimpos, berupa space-opera dan perperangan antar planet. Novel Song of Kali (1985) yang bergenre fantasi mendapat penghargaan terbaik. Simmons juga melihat Carrion Comfort, The Hollow Man, The Terror, dan beberapa novel bergenre horror/thriller.    

Senin, 08 Mei 2017

Mencari Penulis Self-Published untuk PNFI Reader's Choice Awards


Haluaaaa, Penfi datang lagi dengan sebuah permintaan dan pengabulan keinginan. Hehehe

Seperti yang kita tahu, Penfi mengadakan Penghargaan Tahunan untuk buku-buku bergenre fantasi, fiksi ilmiah, dan distopia yang sudah diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia oleh penerbit berbadan usaha. Tentu saja itu sebagai apresiasi kami terhadap usaha penerbit dalam menelurkan karya-karya kece kepada pembaca budiman (ehem!). Karya-karya tersebut juga termasuk yang diterbitkan penulis luar negeri dan dalam negeri. Walaupun yang terakhir itu sangat jarang ada, tapi bukan berarti tidak ada. 

Penulis genre spekulatif dalam negeri ini seringkali menerbitkan bukunya secara self-publishing, yang artinya tidak melalui penerbit berbadan usaha dan seringkali hanya berupa Print On Demand (POD) atau hanya mencetak beberapa buku sesuai permintaan atau bahkan e-book. Karena ada begitu banyak penulis yang mencetak secara self-publishing, Penfi kesulitan mendata buku-bukunya dan oleh karena itu tidak menyertakan karya ke dalam Album Buku yang ada di grup Facebook Penfi dan tidak bisa memberikan penghargaan yang sesuai. 

Karena itulah, Penfi sekarang ingin membantu para penulis yang ingin memperkenalkan karya dengan cara mendaftarkan buku-buku kalian untuk masuk ajang PNFI Reader's Choice Awards tahun 2017 yang akan dilakukan pada awal tahun 2018. Syaratnya adalah sebagai berikut:

  1. Harus memiliki ISBN. Bisa didapat dengan bekerja sama dengan penerbit indie yang sudah memiliki badan usaha terdaftar.
  2. Mengirimkan softcopy atau 2 eksemplar hardcopy kepada Penfi untuk di-review oleh pejabat Penfi dan relawan Penfi* yang mengajukan diri. Sertakan juga ilustrasi sampul buku agar bisa disebarkan lewat media sosial. 
  3. Buku harus selesai dan diterbitkan pada kurun waktu Desember 2016 hingga November 2017. 
  4. Genre-nya harus fantasi, fiksi ilmiah, atau distopia sebagai tema utama. Gabungan ketiganya atau dua diantaranya juga bisa. Fanfiksi tidak termasuk dalam kategori penghargaan, jadi pastikan karya kalian orisinil.

Jika kalian berminat, silahkan hubungi kami melalui email portalfantasi@gmail.com atau DM/PM kami di sosial media. 


*tambahan: Penfi juga mengundang kalian yang ingin membaca buku self-published ini dengan syarat untuk dibaca segera dan diberi ulasan secara objektif. Kalau tertarik, silahkan menjawab di kolom komentar dan Penfi akan beri kabar lebih lanjut. 

Jumat, 05 Mei 2017

Booklicious May!

Bagi kalian yang bingung mau baca apa bulan Mei ini, Penfi mau kasih rekomendasi novel-novel yang mungkin bisa jadi bahan pertimbangan. 

Buku-buku yang direkomendasikan datangnya dari rekan-rekan Penfi yang baru saja selesai membaca buku bulan sebelumnya. So, let us see...






1. Legend Trilogy - Marie Lu

IG/Twitter: @SulhanHabibi, Blog: mshabibi.blogspot.co.id
Trilogi distopia yang ini sayangnya tidak mendapat sambutan yang hangat di sini meskipun di luar sana Marie Lu terkenal gara-gara seri ini. Mungkin karena covernya yang kurang mengundang (tak seperti gerimis). Rekan Penfi pun mengakuinya. Katanya buku ini ditimbun bertahun-tahun sampai lahir anak hingga cucu (berupa buku, dalam kata lain timbunannya meninggi :v), baru dibaca karena ingin membaca cerita yang temponya cepat dan banyak aksi. Dan buku ini memang mendapat banyak rekomendasi jika kalian menyukai buku-buku bertempo cepat dengan penuh ketegangan, kejar-kejaran, dan banyak ledakan. Kisah romansa (ini buku Young Adult, jadi dipastikan ada kisah cintanya, bukan spoiler yak hehehe) antara dua karakternya pun begitu realistis, bukan yang tiba-tiba dan penuh bara api hasrat tapi juga ada kerapuhannya, kerentanannya, rasa takut antara dua pribadi yang berbeda. Di sini pula ditunjukkan bahwa pria bisa begitu emosional dan wanitanya bisa sangat memegang logika. Itu beda dari stereotip karakter-karakter mary sue dan gary stu kan?  Coba baca saja dan buktikan sendiri ;)




2. Lockwood & Co. Series - Jonathan Stroud 

IG: @ambudaff
Jonathan Stroud sudah lebih dulu terkenal lewat trilogi Bartimaeus dengan jin kesayangan kita itu. Jadi buku-buku barunya sekarang selalu dinanti. Lockwood & Co. adalah serial terbarunya. Menurut rencana Stroud, serial ini akan dibuat dalam 5 buku dan sudah diterjemahkan 3, yang ke-4 sedang dalam proses. Meskipun ini masuk kategori Young Adult, tapi cukup aman dibaca anak-anak. Kalau nggak takut sih mwehehe.... Yakin deh buku ini sangat disukai rekan-rekan Penfi karena ceritanya yang unik dan karakter-karakternya yang lucu-lucu (yang ngeselin ada juga haha). Ceritanya cukup horor, jadi mungkin nggak cocok dibaca bagi yang penakut. Tapi juga sangat seru karena agen-agen penangkap hantu harus mati-matian membasmi hantu. Seperti Ghostbuster tanpa teknologi karena di buku ini teknologinya jadi nggak maju-maju karena mereka mendapat wabah hantu. Kalian bisa melihat London dalam semesta alternatif ketika hantu merajalela dan anak-anak berusia 16 tahun ke bawah-lah yang harus menjaga orang-orang dewasa.




3. Tunnels series - Roderick Gordon dan Brian Williams

Kiri: by Greenie Onie, Kanan: by Maryana

Total buku ada 6 dan semuanya sudah diterjemahkan dengan tuntas dan selamat. Buku ini menceritakan sebuah dunia kompleks di mana penduduknya hidup di bawah bumi dengan terowongan-terowongan yang akan membuatmu terasa pengap dan sesak karena gambarannya yang begitu detil. Dikisahkan dengan gelap dan kelam, juga lambat, tapi rupanya mampu membuat rekan-rekan Penfi jatuh cinta. Buktinya buku-bukunya sudah sulit dicari, kecuali yang belum lama diterbitkan yaitu buku terakhirnya, The Terminals. Berikut komentar dari rekan-rekan Penfi:

Sebut saja M: "World buildingnya keren, tapi ceritanya lambat. POV-nya dari Will dan ayahnya, jadi greget."

Sebut saja RJ: "Aku bayangin Rebecca mirip Angelica Pickles di Rugrats"
---ditimpali M: "Angelica keren gedenya." 
----ditimpali DA: "Angelica? 'dasar bayi-bayi bodoh'"
-----(lalu jadi bahas Rugrats)----(kita lanjut aja)

Sebut saja FD: "World building mantap, mendetil, tapi jadinya lambat. Di 3 buku terakhir alur bukunya mulai cepat karena sudah diceritain detilnya di buku-buku awal. Twistnya oke!"

Jadi kesimpulannya, kalau kalian sabar, maka tidak akan kecewa membaca buku ini. Coovernya yang seragam pun jadi instagramable kan kalau dikoleksi? Fufufu...



4. Five Kingdoms series - Brandon Mull

IG: @fairy.t4l3s
Di jagat PNFI, buku-buku Brandon Mull juga sudah menempati hati para insan belianya. Dimulai dari serial Fablehaven yang sekarang bukunya sulit didapat, lalu ada Beyonders Trilogy, dan sekarang ada serial baru The Five Kingdoms. Kakak Brandon Mull sepertinya ingin menciptakan semesta baru yang menghubungan Beyonders, Five Kingdoms, dan serial lainnya yang akan digarap di masa yang akan datang. (Penfi punya hidung ajaib yang bisa mencium masa depan. Jangan tanya). Jadi jangan heran kalau buku yang ini 'bau-baunya' mirip dengan Beyonders. Anak bumi yang masuk portal lalu masuk ke dunia lain dan menurut rekan-rekan Penfi kali ini petualangannya seru banget! Dunia-dunianya juga amat menarik dengan istilah-istilah sihir yang awam di telinga kita.  Direncanakan akan ada 5 buku untuk serial ini dan sudah diterbitkan 2 buku di sini. Semoga bisa cepet-cepet diterbitkan juga yang lainnya ya. Karena serial ini cukup baru di sini jadi kalian masih bisa mencarinya di toko-toko buku online. Cepat beli sana, mumpung masih 2 biji! :D




Gimana, apa itu membantu?   




Catatan: komentar yang salah sudah diperbaiki, awalnya Penfi menyebut Rebecca sebagai Angelica. Ada perbaikan typo-typo dan penambahan sedikit keterangan. Maaf atas keteledorannya dan terima kasih atas jawabannya :)

Kamis, 04 Mei 2017

6 Novel Horor Terjemahan Rekomendasi Penfi versi 2

Setelah banyak yang rikues (apa ada kata rikues di EYD? no? ok then, moving on), Penfi akan kasih beberapa novel horor lagi yang bikin tidur kalian nggak nyaman. Let's have a good nightmare muehehehehe....



1. The Ghost Bride by Yangsze Choo

by Paige Carpenter
Cerita ini mengambil tradisi lama dari suku tionghoa di Malaya. Demi status, uang, atau alasan lainnya, orang-orang cina mempraktikkan pernikahan arwah. Kedua mempelai bisa saja sudah meninggal dalam waktu yang belum lama dan dinikahkan, atau salah satunya saja yang sudah meninggal. Nah dalam buku ini, calon mempelai prianya sudah meninggal dan Li Lan, sang calon mempelai wanita akan segera dinikahkan kepada keluarga Lim yang berkuasa. Awalnya Li Lan pikir acara pernikahan tersebut hanya sekedar formalitas tetapi kemudian dia mulai mengalami kejadian aneh seperti sedang dihantui dan melihat dunia arwah. Rupanya Keluarga Lim menyimpan rahasia gelap dan Li Lan bertekad mengungkapnya. 

Buku ini mendapat tanggapan beragam. Ada yang suka banget, ada yang biasa saja, tapi cukup bikin Penfi penasaran. Ada yang bisa kasih tanggapan lain soal buku ini? Bukunya sudah diterjemahkan dan diterbitkan oleh Kubika Publishing.







2. The Haunting of Hill House by Shirley Jackson 

by CGS Society
Rumah ini terletak di antah-berantah dan sudah berdiri sejak delapan puluh tahun yang lalu (buku pertama kali terbit 1959, jadi hitung sendiri 80 tahun sebelum itu tahun berapa?). Kisah bermula dari 4 orang yang muncul di rumah itu. Ada Dr. Montague yang ingin mencari bukti-bukti hantu dan teman-temannya. Dia menyewa rumah di bukit itu dan mengundang si gadis flamboyan, Theodora dan Eleanor yang pemalu tapi berpengalaman dengan fenomena poltergeist. Terakhir ada Luke yang merupakan pewaris rumah dan menjadi tuan rumah untuk yang lainnya. Selama di sana mereka berempat mengalami peristiwa-peristiwa gaib yang sangat jelas sehingga Eleanor menganggap mereka sedang dihantui. Kemudian datanglah dua orang lain yang ingin ikut membantu investigasi supernatural tersebut. Dan ceritanya semakin kompleks. Apakah peristiwa buruk yang pernah terjadi di rumah itu akan kembali?

Buku ini pernah diadaptasi jadi film layar lebar dua kali dan pernah diparodikan dalam film Scary Movie. Di sini juga sudah diterjemahkan dan diterbitkan oleh Mizan Publishing.





    

3. Charlie Parker Sequence by John Connolly




Disebut sequence karena serialnya ada banyak sekali. Total ada 15 buku yang mengisahkan petualangan Charlie Parker dalam menangani kasus-kasus berat. Terasa seperti novel kriminal dimana detektif swasta mengejar penjahat-penjahat, tapi khusus Charlie Parker hanya menemui penjahat-penjahat yang terburuk di antara semuanya. Dalam menyelidiki kasus, Charlie Parker bisa melihat hantu-hantu yang memintanya mengungkap misteri sehingga mereka bisa beristirahat dengan damai. Lambat laun mengemuka juga latar belakang Charlie Parker yang supernatural dan alasan kenapa dia bisa melihat hantu, walaupun awalnya dia mengira hanya berhalusinasi. Cerita dalam bukunya termasuk yang sangat dark dan gloomy kalau kalian menyukai nuansa seperti itu. Dalam penyelidikannya Charlie Parker dibantu oleh dua sohib kocak: Louis yang perlente dan Angel yang sarkastis. 

Sudah diterjemahkan 6 buku yang memiliki benang merah dengan latar belakang supernatural Charlie Parker: Every Dead Thing, The Dark Hollow, The Killing Kind, The Black Angel, The Wrath of Angels, dan yang terbaru The Wolf in Winter. 





4. The Graveyard Book by Neil Gaiman

by Clotaire
Nah yang ini mungkin nggak begitu seram tapi tetap melibatkan hantu-hantu di pemakaman. Tersebutlah Bod, kependekan dari Nobody, seorang yatim piatu yang secara takdir aneh nyasar di pemakaman dan kemudian diasuh oleh hantu-hantu. Karena tidak tahu namanya, warga hantu menamainya Nobody saja. Tahun-tahun berlalu, Bod sekarang hampir remaja dan mulai mencari tahu lebih banyak. Dia akhirnya tahu kenapa bisa menjadi yatim piatu dan sesuatu itu mulai mengincarnya juga. 

Buku ini ditargetkan untuk anak-anak jadi tidak ada seram-seramnya dan tidak ada sadis-sadisnya. Yang sudah dewasa pun banyak yang menyukai cerita Bod. Bukunya sedang dicetak ulang dengan cover baru. Mari kita tunggu.







5. The Woman in Black by Susan Hill




Arthur Kipps adalah seorang pengacara muda yang ditugasi menghadiri pemakaman seorang janda dan mencatat semua inventarisnya yang tersisa di rumah. Pemakaman tersebut terletak jauh di suatu desa kecil di sebelah utara Inggris. Dan rumah tersebut terletak lebih jauh lagi di lepas pantai dan dikelilingi rawa-rawa. Ternyata janda tersebut memiliki sejumlah rahasia yang disimpannya di rumah tersebut karena Arthur Kipps mulai melihat dan mendengar hal-hal yang aneh dari dalam rumah yang kini kosong itu. Malam demi malam berlalu akhirnya dia melihat sosok lain bersembunyi di dalam rumah dan satu-satunya hal yang dia inginkan sekarang hanyalah keluar dari rumah itu.

Buku ini terbit tahun 1983 tetapi ceritanya dibuat dengan setting gothic di abad 19. Sudah beberapa kali diadaptasi ke layar lebar dan dijadikan drama panggung. Bukunya di sini juga sudah diterjemahkan. Buku ini punya sekuelnya berjudul The Woman in Black: Angel of Death yang juga sudah diadaptasi ke dalam film. Akankah bukunya diterjemahkan juga?







6. Coraline by Neil Gaiman

by Milkie
I know, why Neil Gaiman lagi? Well, yang satu ini memang gak bisa dilewatkan begitu saja. Buku anak-anak ini, meski untuk anak-anak, tidak seramah The Graveyard Book. Karena yang satu ini lebih gelap dan lebih seram. Coraline hanyalah seorang gadis biasa yang tinggal di satu rumah besar dan tua yang ruangan-ruangannya dibagi-bagi agar bisa disewakan ke orang lain. Coraline yang bosan sering mengunjungi tetangga-tetangganya yang unik tapi tidak ada yang seumur dengannya. Suatu hari Coraline membuka pintu yang terbuka ke ruangan lain, padahal sehari sebelumnya terhalang dinding batu bata. Dia memasuki pintu itu meskipun sudah dilarang oleh tetangga-tetangganya. Dan di sana dia menemukan rumah yang mirip dengan rumahnya dan ibu yang mirip dengan ibunya. Hanya saja di sana, ibunya bermata kancing tapi sangat baik sampai-sampai membiarkan Coraline main dan makan sepuasnya. Lama-lama Coraline menyadari bahwa ibu bermata kancing tidak sebaik yang dia pikir. Dibantu kucing hitam, Coraline harus kembali ke rumah dan ibu aslinya tapi bagaimana caranya? Apa yang sebenarnya diingankan si ibu bermata kancing?

Buku ini sudah diadaptasi dalam bentuk film animasi one stop motion. Artinya mereka membuat miniatur gedung dan karakter-karakternya lalu kemudian dipotret atau direkam gerakan-gerakannya sedikit demi sedikit. Penfi sarankan jangan dibacakan ke adik-adik kecil ketika mereka mau tidur nanti malah nggak bisa tidur hiiii...




And That's It, Folks! Kalau ada rekomendasi lain, mari sini biar Penfi bantu sebarkan ;)

Kamu bisa tengok rekomendasi novel horor versi 1 di sini.

Full trailer The Dark Tower

Waaaah akhirnya muncuuuuul!

Film ini sudah sangat ditunggu-tunggu oleh banyak penggemar buku-buku om Stephen King. Seperti kita tahu om Stephen sangat piawai dalam menulis novel bertema horor psikologis. Jenis buku yang bikin kita nggak bisa tidur dan merasa ngeri selepas baca (atau nonton). Sebut saja Carrie, The Mist, It, The Shining, dan banyak lagi lainnya. Nah serial Dark Tower ini bergenre Dark Fantasy, Horror, dan Science Fantasy. Dibuat dengan memberi benang merah terhadap semua hal yang menginspirasinya, termasuk Middle Earth-nya LOTR yang dijadikan salah satu dunia di dalam Dark Tower dengan nama Mid-World. Stephen King juga membuat jargon sendiri di Dark Tower yang disebut High Speech (salah satu Penfi baca versi Englishnya dan memang bahasanya tinggi sekali, dia nyerah XD). Misalnya saja ada kata "Thankee, Sai" yang artinya "Terima Kasih, Tuan/Nyonya" dan ada istilah-istilah lain yang terdengar baru. Anggap sajalah dunia Dark Tower ada di dunia alternatif.

Plotnya kurang lebih adalah mengenai seorang pria bernama Roland (diperankan Idris Elba) dari kalangan Ksatria dengan keturunan bangsawan yang berkelana mencari "The Man in Black" (diperankan Matthew McConaughey) dan sekaligus mencari Dark Tower. Di buku pertamanya The Gunslinger, semua masih blur, nggak jelas apa yang dicari, dan hanya berupa penggambaran dunia saja. Misteri dan semua hal seru lainnya baru dibuka di buku-buku berikutnya. Ada banyak dunia yang saling terkait di Dark Tower, beberapa di antaranya hancur tanpa bekas. Dunia di Dark Tower sendiri merupakan dunia magis, meski sihirnya sendiri sudah sedikit tapi sisa-sisa peninggalannya masih ada. Juga masih ada sisa-sisa peninggalan teknologi canggih. Untuk lebih jelasnya lagi kalian beli dan baca saja bukunya, :D The Gunslinger sudah diterjemahkan lho!


Total serinya ada 7 buku dengan 2 buku pendamping. Cek di sini . Semoga diterjemahkan semua ya... :D

Dan ini trailernya, Enjoy!



P.S.: menurut kabar, filmnya akan rilis bulan Agustus 2017. Can't wait!


Selasa, 02 Mei 2017

Acara Migaring 2.0 tgl 30 April Selesaaaiiii :D

Halu, haluuuu Penfi mau cerita soal Migaring 2.0 kita kemarin tgl 30 April 2017 yang tempatnya di antara pohon-pohon dan binatang-binatang. Karena lokasinya di tempat terbuka, alhamdulilah banget nggak hujan. Pagi-pagi matahari bersinar terik dan panas, untungnya kita di bawah keteduhan pohon besar milik nymph, tapi lama-lama awan mendung datang jadi lumayan deh.

by KSM Tour
 Masuk ke dalam Ragunan membutuhkan kartu Jakarta dari Bank DKI yang bisa dibeli di loket tiket di sebelah pintu masuk. Harganya Rp 40.000: Rp 20.000 untuk kartunya dan Rp 20.000 lagi untuk saldonya. Tiket masuk ke Ragunan sendiri cukup murah, hanya Rp 4.000/orang. Tapi bagi peserta Migaring yang tidak mau repot-repot beli Kartu Jakarta, Penfi sudah sediakan lho. Ada jasa kurir penjemput (hehehe) dengan Kartu Jakarta di tangannya. Jadi peserta Migaring tinggal info saja "Saya sudah tiba!" lalu kurir ini akan muncul untuk membayar biaya masuk dan mengantar kalian ke spot piknik.

Ketika Semua Sudah Berkumpul..... walau masih ada yang telat karena macet dan nyasar hahaha


Acara diawali dengan mengumpulkan cemilan (bahkan ada yang semangat bawa kompor untuk goreng roti hihihi) untuk sarapan karena kan masih pagi banget. Lalu Panitia membuka perkenalan para peserta Migaring dan dilanjutkan dengan diskusi mengenai buku-buku Middle Grade (buku tema anak-anak berusia 10-15 tahun). Ada dua pihak penerbit dari Ice Cube (POP) dan Noura Publishing yang ikut memberi gambaran tentang perkembangan buku-buku Middle Grade di Indonesia. Terima kasih sudah ikut datang yaa :D

Setelah itu ada Game Dragon Quest!

Panitia meminta peserta Migaring mencari telur naga (sebenernya cuma bola plastik) yang diberi nomor dan warna, lalu memisahkan peserta menjadi dua kelompok. Selanjutnya masing-masing kelompok pemain ditempeli kertas warrior (bergambar pedang) dan dragon (bergambar naga) pada punggung mereka. Khusus dragon, diharuskan memakai bando sebagai pertanda bernyawa dua wkwkwk. Pertarungannya hanyalah merebut kertas di punggung para lawan (dan sekaligus mencopot bando untuk sang naga), tapi sang naga tidak boleh ikut bertempur. Jadilah ada satu naga yang lari-lari dikejar warrior :D. Pertarungan yang seharusnya 5 menit itu berakhir dalam 1 menit dan semua peserta Migaring kelelahan. Ketahuan nggak pernah olahraga yaaaa.....

Ya sudah karena capek, peserta Migaring pun leyeh-leyeh sambil menunggu makan siang. Lalu Jreng! ada satu peserta lagi yang muncul terlambat dan dia mengejutkan kami dengan membawa:

Happy Birthday Harry Potter dan PNFI!

"You're Four, Harry"
Kue handmade untuk Harry Potter yang kemudian didompleng untuk kue ultah PNFI. Belum tahu ya? PNFI ultah ke-4 tanggal 1 Mei kemarin lhooo *Insert Standing Applause here*. Tapi Penfi juga bawa sendiri kue kok... Tapi kecil...........

"'Met Ultah PNFI semoga makin sukses"
Setelah itu lanjut acara makan-makan! Semua makanan dikeluarkan dan dibagi-bagi. Kenyang makan, kami berfoto.
Say Cheeseee
Foto-foto lainnya bisa dilihat di Grup Facebook Penfi ya... (jangan lupa join grupnya dulu)

FGD (Forum Group Discussion) bersama tiga perwakilan penerbit


Ini bukan lagi main HP ya hahaha, bukan juga lagi nyari nomor togel di google. Tapi peserta migaring ini sedang membaca cuilan naskah yang diberikan penerbit Noura dan Fantasious. Seperti yang sudah diberitahukan sebelumnya, peserta akan dikirim cuilan naskah Lady Midnight dan Bliss Bakery #4 dan akan bersama-sama membahas bagaimana caranya untuk menarik pembaca; apakah itu dari sampulnya, merchandise-nya, tampilan fonts dan sebagainya. Lumayan riweuh ya menerbitkan buku itu, semuanya harus dipikirkan untuk memuaskan pembaca. Sayangnya perwakilan dari Fantasious berhalangan hadir, semoga Migaring berikutnya bisa hadir ya :D


Main Game lagi! Kali ini namanya Phantom Meme

Penfi nggak akan membuat peserta Migaring bosan, jadi ada game kedua yang sama lucunya dengan yang pertama. 

Peserta Migaring dibagi lagi ke dalam dua kelompok persis seperti yang pertama. Lalu masing-masing menunjuk orang yang akan memperagakan judul buku dari panitia. Masing-masing peserta diberi waktu 5 menit dan kelompok pemenang adalah yang bisa menjawab paling banyak. Sudah pasti ada yang kalah :D. Sesi Phantom Meme kemudian diambil alih panitia sebagai peraga dan peserta boleh menjawab cepat. Yang bisa menjawab dengan tepat diberi hadiah tambahan. Lumayaaannn......

Sesi Foto-foto

 
   Ada yang bawa peta Middle Earth buat jadi tiker hihihi

Peserta Migaring dapet bingkisan ini selain sisa makanan dan kue yang berlimpah bagi anak kost

Bukan, ini bukan pertunjukan pembuka idol, ini lagi book war untuk peserta Migaring yang beruntung wkwkwk...

Peserta Migaring dan panitia Penfi yang unyu-unyu :D


Acara Migaring pun ditutup setelah game dan sesi poto-poto. Panitia Penfi mohon maaf jika ada salah kata selama acara berlangsung dan jika game-nya terlalu garing karena toh ini memang Mi-Garing hehehe (sebuah pembelaan diri). Sampai jumpa di acara Migaring berikutnya ya, see you!