Rabu, 06 Desember 2017

PNFI Awards 2017



Halo, Penefiers! Sudah tahu dong tiap akhir tahun ada PNFI Awards. Yup, di PNFI Awards 2017 ini kita akan kembali menentukan apa saja novel-novel fantasi terfavorit (terjemahan dan lokal) yang terbit sepanjang Desember 2016 - November 2017.


PNFI Readers' Choice Awards tahun ini akan dibedakan menjadi 2 sesi.

SESI PERTAMA: QUALIFYING ROUND
- Voting dibuka oleh admin dengan memasukkan beberapa judul novel sesuai kategori. Member dapat ikut memasukkan nominasi sesuai kategori yang ada dan harus novel ber-ISBN yang terbit antara Desember 2016 - November 2017.
- Voting ini hanya dilaksanakan di Facebook Group.
- Mulai tanggal 09 Desember 2017 - 23 Desember 2017 (2 minggu).

SESI KEDUA: FINAL ROUND
- Admin mengambil 5 nominasi dengan hasil voting tertinggi untuk sesi ini.
- Voting final akan dilaksanakan di platform lain (untuk membuka kesempatan bagi Penefiers yang tidak tergabung / tidak aktif di Facebook Group).
- Mulai tanggal 27 Desember 2017 - 10 Januari 2018 (2 minggu).
- Pengumuman pemenang tiap kategori pada tanggal 13 Januari 2018.


Berikut adalah kategori dari PNFI Awards 2017.

Best Fantasy Fiction

Definisi genre fantasi sangat luas. Ada yang bilang itu genre dengan latar tempat di dunia fiksional yang tidak berkaitan dengan dunia nyata (high fantasy). Tapi, itu tidak selalu benar. Genre fantasi bisa berlatar dunia nyata (low fantasy) atau campuran keduanya. Ada yang bilang genre fantasi mengeksplorasi kemampuan sihir atau supernatural lengkap dengan makhluk-makhluk ajaib. Kadang kala cerita yang dibangun dari genre fantasi juga mengambil referensi dari mitos dan legenda yang ada di dunia.

Best Fantasy Romance

Fantasy Romance atau sebutan lainnya, Romantic Fantasy adalah genre yang menggabungkan unsur fantasi dengan penceritaan romansa. Umumnya genre ini menonjolkan hubungan percintaan antartokoh di samping petualangan yang fantastis. Kategori ini termasuk juga romance dengan dengan pencampuran fiksi ilmiah dan paranormal.

Best Paranormal & Supernatural Fiction

Genre ini mirip fantasi dan bisa dimasukan ke dalam keluarga besar genre horor dan teror. Tapi tidak semua fiksi paranormal dan supernatural mengandung unsur teror dan tidak semua cerita horor berupa paranormal dan supernatural (seperti horor pembunuhan oleh manusia biasa). Oleh karena itu, genre ini perlu dibedakan dan diberi kategori tersendiri supaya mudah dikenali.

Genre paranormal dan supernatural bisa berupa cerita dengan tokoh adalah makhluk bukan manusia, misalnya para undead, yang memiliki tubuh nyata (vampir, zombi, dan lain-lain) serta yang tak memiliki tubuh nyata (hantu-hantu atau roh-roh). Alien (kehidupan ekstraterestrial), malaikat dan iblis, dan monster lain juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari genre ini.

Cerita dengan tokoh manusia berkekuatan khusus (super power) dapat dimasukan ke dalam genre ini juga. Hal yang menonjol dan penting dari genre ini adalah penyajian cerita seram yang menakutkan dan mencekam daripada petualangan seru yang disajikan fantasi pada umumnya. Tapi ingat, genre bisa digabung-gabungkan sehingga jangan heran bila ada cerita yang dapat dimasukan ke dalam berbagai genre sekaligus.

Best Science Fiction

Fiksi ilmiah sekilas sama dengan genre fantasi karena sama-sama mengandalkan daya imajinasi tinggi dan bagian dari fiksi spekulatif. Tapi, fiksi ilmiah memaparkan cerita dengan landasan yang lebih nyata atau ilmiah serta berkaitan dengan suatu keilmuan tertentu, seperti teknologi, eksakta, dan ilmu-ilmu sosial. Tema-tema yang dipakai dalam fiksi ilmiah bisa berupa teknologi canggih juga futuristik, penjelajahan ruang dan waktu, kehidupan ekstraterestrial, sampai pada masalah-masalah yang timbul dalam kehidupan sosial.

Best Dystopian Fiction

Distopia dipakai untuk menyatakan suatu keadaan, masa, dan tempat yang tidak baik atau kehidupan masyarakat yang tidak diinginkan dan merugikan. Saat ini, fiksi distopia semakin populer di kalangan dewasa muda. Terbukti dari kemunculan banyak fiksi distopia yang menjadikan para remaja hingga dewasa muda sebagai target pembaca.

Dunia distopia sering ditampilkan dengan dehumanisasi, pemerintah totaliter, atau sisa-sisa peradaban setelah suatu bencana (kiamat). Cerita distopia pun sering dibangun oleh penulis untuk mengangkat dan menarik perhatian pembaca terhadap isu-isu tertentu. Beberapa fiksi distopia disajikan dengan cara yang mirip fiksi ilmiah dan pencampuran dengan fiksi fantasi.

Best Indonesia Fantasy Fiction

Indonesia sendiri juga punya penulis-penulis yang menghasilkan karya bergenre fantasi, paranormal dan supernatural, fiksi ilmiah, hingga fantasy romance. Untuk mengapresiasi novel fantasi dalam negeri, dibuatlah kategori khusus, Best Indonesia Fantasy Fiction. Nominasinya tentu saja adalah novel fantasi dan sejenisnya yang berasal dari penulis Indonesia.

Cover of the Year

Sampul buku bagi beberapa orang adalah poin tambahan dalam menarik minat beli buku. Kesan pertama yang ditampilkan sampul buku kadang bisa menghipnotis seseorang untuk membelinya. Maka jangan heran bisa banyak buku dibuat dengan tampilan yang memukau dan fantastis. Untuk menghargai usaha ekstra dalam memberikan wajah terbaik bagi sebuah buku, PNFI membuat kategori Cover of the Year.

Cover of the Year - Indonesia Fiction

Kita sudah lihat Cover of the Year buku-buku terjemahan. Nah, ada juga Cover of the Year untuk buku-buku penulis Indonesia. Semuanya tak kalah cakep!

Book(s) of the Year

Bagi Penefiers yang bingung buku atau seri apa yang paling bikin heboh dalam setahun, Penfi menyediakan kategori Book(s) of the Year! Kira-kira buku apa yang akan menjadi juara tahun ini?

Author of the Year

PNFI Awards juga ada kategori khusus penulis lho, namanya Author of the Year! Jangan lupa beri suara untuk penulis favoritmu!

Favorite Book Contributor (Kategori Baru!)

Sebuah buku terjemahan tidak akan tersajikan tanpa usaha dari seorang penerjemah. Proses penyuntingan dan penyelarasan akhir juga penting demi menjaga kualitas sebuah buku, sehingga kita tidak bisa melupakan keberadaan penyunting dan pemeriksa aksara. Tampilan luar dan dalam buku juga tidak luput dari proses panjang penerbitan buku, maka muncul peran penting pewajah sampul dan pengatak.

Kontribusi dari berbagai orang inilah, pembaca dapat lebih menikmati buku dari luar maupun dalam. Semoga dengan adanya kategori baru ini, kita dapat lebih mengenal dan menghargai para kontributor dalam penerbitan buku, terutama fiksi fantasi dan kawan-kawannya.

Favorite Self-published Book (Kategori Baru!)

Selain diterbitkan oleh penerbit-penerbit mayor, banyak penulis juga menerbitkan bukunya sendiri melalui jalur self-published. Namun, tidak semua orang tahu buku-buku self-published tersebut ada. Ada juga yang meragukan kualitas cerita dari novel self-published karena memiliki pengalaman buruk dengan novel tertentu.

Tapi jangan salah, beberapa buku tersebut ternyata tidak kalah hebat dari buku yang diterbitkan penerbit besar dan pantas menjadi sorotan. Mulai tahun ini PNFI mencoba merangkum buku self-published khusus genre fantasi dan kawan-kawannya (yang memiliki ISBN), sekaligus menyediakan kategori khusus di PNFI Awards. Semoga semakin banyak pembaca yang mengenal novel self-published dan penulis juga termotivasi menghasilkan karya-karya yang lebih bagus.

Favorite Book Adaptation Movie

Bukan hal baru lagi kalau ada buku-buku yang diadaptasi menjadi film. Bagi beberapa orang yang kurang memiliki minat baca, film adaptasi dapat menjadi alternatif untuk menikmati buku secara visual. Sudahkah Penefiers nonton film adaptasi pemenang-pemenang sebelumnya? Penfi penasaran, film apa yang akan jadi pemenang tahun ini. Berdasarkan PNFI Awards terdahulu, saingan di kategori ini ketat banget lho! seketat dompet Penfi di akhir bulan.

***

Jangan lupa ikutan ya!

Jumat, 24 November 2017

[ULASAN] Mandalas: Pembaca Alam by Giovani Dio Prasasti




 Mandalas The Visioner

Penulis: Giovani Dio Prasasti
Penerbit: Kanisius Media
Terbit: 2017
ISBN: 9789792153200

Sinopsis:
Pada 2080 N, sebuah negara yang disebut Mandalas, membangun tembok-tembok besar yang memisahkan perkotaan dengan wilayah luar yang berisi kaum terbuang dan yang dianggap penjahat. Kemudian, sebuah senjata yang disebut Pembaca Alam digunakan para pemberontak untuk melawan. Namun tidak ada yang kuat menggunakannya, kecuali Kenan Tung. Kenan yang hilang setelah bertahun-tahun, sosoknya diganti seorang pria muda kaya yang merupakan putra Zardi Willing, Timothy Willing, Timo yang tidak sengaja membunuh orang dan menemukan kekuatan Pembaca Alam dalam dirinya harus lari menghindari hukuman mati ke luar tembok kota. Timo pun bertemu para pemberontak dan berlatih menguasai kekuatannya, sebelum ramalan mengerikan tentang kiamat kedua yang dia lihat menjadi kenyataan. Sementara itu, dia juga harus menyelamatkan adiknya, Deran, dan juga menggulingkan tirani pemerintah.


Ulasan:
Bagi pembaca yang menginginkan alur cerita yang berjalan cepat, Mandalas boleh jadi pilihan, nih. Mandalas bercerita tentang Timothy Willing yang merupakan seorang Pembaca Alam. Pembaca Alam sendiri adalah senjata yang diciptakan manusia. Senjata ini berupa chip yang ditanam di otak manusia dan membuat manusia itu bisa membaca tanda-tanda dari alam (hewan, tumbuhan, dan benda mati) bahkan mengendalikannya. Nah, pada tingkat ini, bukan lagi disebut Pembaca Alam, tapi Pengendali Alam. Well, cara kerja chip sendiri perlu dijelaskan lebih rinci lagi oleh penulis karena ini adalah bagian penting cerita.

Ide cerita Mandalas sangat menarik, hanya eksekusinya saja yang perlu diperhatikan. Pemilihan latar waktu dan tempat serta rincian sejarah di balik Mandalas mungkin sudah dipertimbangkan dengan matang, tapi penyampaiannya masih menyisakan banyak tanda tanya. Bisa jadi, jalan cerita yang melompat-lompat (terlalu cepat berganti) atau pemenggalan kalimat yang tidak tepat yang menyebabkan semua itu. Hal lain yang disayangkan dari buku ini adalah penokohan yang tidak spesifik dan monoton. Bila diperhatikan baik-baik, semua karakter Mandalas memiliki sifat yang tidak ada beda. Setidaknya, tokoh utama memang lebih menjengkelkan daripada semua tokoh, karena sifatnya lebih kekanakkan dan segi pemikirannya malah kurang maju dari si adik, Deran Willing. Penokohan yang hambar ini berbanding lurus dengan alur yang terlalu cepat berganti. Nah, Mandalas tidak mengecewakan dari segi humor dan twist, loh. Selipan-selipan komedi yang konyol dan twist yang ‘boleh tahan’ menyelamatkan sebagian cerita. Dari sisi ini, penulis patut diacungin jempol. Good job!


Ini saja ulasan singkat untuk Mandalas. Ruang bagi penulis untuk mengembang Mandalas sangatlah luas. Ditunggu sekuelnya. Hehe.. :p



Ulasan dibuat oleh: Banana Split

Rabu, 01 November 2017

Booklicious November!

Ayo sambut bulan November dengan buku-buku berikut ini!


1. Fablehaven by Brandon Mull

IG @chochientaaa
Kalian pikir peri itu cuma cerita anak-anak? Naga itu mitos? Faun dan Satyr cuma ada di dongeng-dongeng Yunani-Romawi? Mungkin kalian perlu berkunjung ke Suaka Fablehaven. Err.. jauh sih ada di Amerika Serikat. Tapi ada alternatif lain, kamu bisa baca 5 buku Fablehaven tentang petualangan Seth dan Kendra, kakak-adik Sorenson, yang ternyata adalah pewaris dari Suaka Magis ini. Bukan berarti mereka tahu dari awal juga kalau mereka adalah penjaga selanjutnya. Suaka tersebut awalnya dijaga oleh kakek-nenek Seth dan Kendra, sampai suatu ketika sesuatu terjadi dan kakek Sorenson diculik. Satu hal berlanjut ke hal lainnya, ada yang mau mengambil alih kontrak suaka dan berniat melepaskan makhluk magis ke luar suaka. Itu gawat! Nah, bagi kalian yang menyukai makhluk-makhluk dalam mitos, Fablehaven bisa membantu memuaskan keinginan kalian ;)


2. The Sea of Trolls by Nancy Farmer

Dark Fantasy untuk pembaca anak-anak dan remaja dengan tema mythopeia, mengambil kisah-kisah
mitos Norse dan diolah ulang untuk mengisahkan petualangan Jack Crookleg. Jack tinggal di desa kecil bersama adiknya Lucy. Secara berkala mereka mendengar adanya perampok Viking yang sering menjarah desa jadi Jack belajar sedikit sihir dari seorang Skald (penyanyi puisi) untuk melindungi desa. Tapi ada yang salah, Jack dan Lucy terciduk perampok Viking saat sedang bersembunyi dan mereka pun dibawa ke desa asal para Viking untuk dijual sebagai budak. Sementara Lucy, yang cantik dan imut, hendak dipersembahkan pada ratu Frith, yang merupakan separuh troll, sebagai hadiah. Jack hendak menyelamatkan Lucy, tapi entah bagaimana malah melepaskan babi yang tadinya akan dipersembahkan pada dewi Freyja dan sekaligus membuat rambut Frith botak. Ratu tiran itu kemudian memerintahkan Jack mengembalikan rambutnya sebagai imbalan kebebasan Lucy dan dirinya. Maka Jack pun pergi ke wilayah Jotunheim untuk mencari air sumur Mimir. Buku ini pernah diterbitkan di sini namun tidak dilanjutkan. Berupa trilogy, buku Sea of Trolls menggali tanah-tanah bersihir penuh makhluk yang hanya ada dalam mitos.


3. The Secret of Immortal Nicholas Flamel by Michael Scott

Mandy
Serial ini sudah bulak-balik direkomendasikan Penfi dan bukunya pun kini sudah langka (diterjemahkan dan diterbitkan lengkap 6 buku). Ada banyak makhluk mitos di dalamnya dari berbagai benua dan digodok hingga menjadi satu kisah baru yang saling berkaitan. Sophie dan Josh Newman tadinya hidup biasa-biasa saja, dan mereka bekerja paruh waktu di toko buku pada libur musim panas. Ternyata toko buku tersebut dimiliki oleh Nicholas Flamel, seorang ahli alkemi yang seharusnya hidup berabad-abad lalu tapi masih tampak muda hingga sekarang. Tentu saja itu bukan kebetulan karena Nicholas nantinya akan menyelamatkan kedua anak tersebut dari kejaran John Dee (yang juga seharusnya sudah meninggal berabad-abad lalu). Sophie dan Josh pun dibawa ke suatu tempat aman dan Nicholas memberitahu bahwa mereka kemungkinan adalah anak-anak yang sudah diramalkan ribuan tahun yang lalu. Hidup si kembar Sophie dan Josh kini berputar pada manusia abadi seperti Nicholas Flamel, John Dee, dan lainnya. Ada sekelompok Tetua jahat yang ingin kembali menguasai dunia dan mereka tidak mau ada yang merintangi, karena itulah Sophie dan Josh diburu. Jadi untuk bertahan hidup, mereka berdua harus mendapat sihir yang dibangkitkan oleh para Tetua, yang tak lain adalah para dewa-dewi dari kisah-kisah mitos dunia. Tanpa tahu hal tersebut malah mengaktifkan ramalan kuno. Kini roda dunia pun bergulir.


4. Seven Wonders series by Peter Lerangis


Yang ini mirip-mirip petualangan Percy Jackson dengan mengambil tema mitologi Yunani. Namun anehnya nggak sepopuler Percy Jackson (di sini). Tokohnya di sini bernama Jack McKinley dan dia baru saja divonis mati dalam waktu 6 bulan. Lalu tahu-tahu Jack diculik dan bangun di sebuah pulau terpencil di dalam gedung yang terasa seperti organisasi tersembunyi bersama dengan 3 orang remaja lain yang juga sedang sekarat. Organisasi misterius itu berjanji akan menyelamatkan hidupnya dengan 1 syarat: mereka berempat harus mengambil 7 artefak sihir yang disebut Loculi. Jadilah mereka berempat keliling dunia mencari harta di reruntuhan sisa-sisa peninggalan negeri kuno seperti layaknya Indiana Jones. Tapi bukan mereka saja yang ingin mengambil artefak-artefak tersebut. Organisasi punya musuh yang disebut Massa dan mereka bisa menghidupkan kembali makhluk-makhluk mitos seperti Harpy dan Gryffin. Yang paling asik di novel ini, kepribadian ke4 remaja tersebut sangat berbeda satu sama lain, dengan keunikan masing-masing. Kalau kalian suka kisah-kisah mitologi Yunani, seharusnya buku ini bisa jadi rekomendasi yang bagus. Sayangnya di sini hanya terbit 1 buku saja (total ada 5 buku). Tapi siapa tahu dilanjutkan kalau banyak permintaan ;)

5. Kane Chronicles by Rick Riordan

Masih satu dunia dengan Percy Jackson hanya beda kota, Sadie dan Carter Kane punya masalahnya sendiri. Mereka ternyata adalah keturunan dari 2 firaun ternama pada zaman dahulu dan memiliki bakat sihir yang besar. Petualangan mereka bermula ketika sang ayah menghilang dan paman mereka Amos menampung mereka lalu memberitahu semua tentang sejarah keluarga. Termasuk sihir dan dewa-dewi Mesir yang masih wara-wiri di dunia manusia. Mereka pun menjadi wadah bagi roh Isis dan Horus, dua dewa kuat dalam mitologi Mesir. Tapi itu membuat mereka dikejar-kejar dewan penyihir yang mengatur hukum dan keteraturan kekuatan dewa, disebut House of Life. Pada saat itu, si kembar mengetahui bahwa Set, salah satu dewa terkuat juga sekaligus merupakan dewa kekacauan, berencana mengambil alih kontrol dunia. Maka mereka pun berkelana untuk menghentikan Set dan kroni-kroninya, tanpa tahu bahwa ada satu kekuatan besar lain yang mengancam. Kalau kalian suka cerita Percy Jackson, maka yang satu ini juga pastinya nggak boleh ketinggalan. 


Bagaimana? Tertarik?

Selasa, 31 Oktober 2017

Penjahat Terngeri dalam Novel Fantasi dan Fiksi Ilmiah


Penfi belum pernah nemu Hero overpower di jagad pernovelan fantasi dan fiksi ilmiah. Seringnya Hero atau Heroine ini mendapat banyak sekali bantuan dan sokongan dari banyak orang untuk melawan sang penjahat tersadis/terjahat/ter-emo. Tokoh penjahat memang selalu digambarkan penuh kuasa dan multi-kekuatan sampai rasanya mustahil dikalahkan. Dan karena itulah para pahlawan yang punya banyak kekurangan saling bahu-membahu untuk melawan kekuatan besar yang menindas banyak orang itu. Kalau nggak begitu, maka perjuangan para pahlawan dan pengorbanan mereka tidak akan banyak berarti untuk kita para pembaca. (We have our Nakama!) Sedikit banyak, mengajarkan kita tentang harapan dan pantang menyerah. Eh, kecuali Son Go Ku sih di Dragon Ball. Atau One Punch Man? The Adventure of Jojo? Itu anime/manga, harap abaikan. 

Kali ini Penfi mau menggarap beberapa tokoh penjahat epik di novel-novel. Beberapa di antaranya pasti kalian sudah tahu karena amat terkenal saking epiknya. Tentu saja ada tipe penjahat yang awalnya kita kira baik, tapi berubah jahat atau memang hanya bermuka dua. Tenang saja, Penfi nggak akan membahas tipe penjahat seperti itu, nanti malah spoiler dong hehe. Yang akan Penfi bahas adalah tokoh penjahat yang dari awal sampai akhir memang jahat dan juga sedikit trivia-trivianya. ūüėČ


1. Count Dracula

Jubah hitam, kerah tinggi, rambut klimis, kulit pucat, taring, dan jas tuxedo ciamik. Dracula memulai tren fashion yang sampai sekarang pun masih populer. Fashionable sekali ya beliau. Mungkin kalau nggak sibuk isap darah perawan, doski bisa ikut pagelaran fashion week di New York. Atau nakut-nakutin anak kecil pas Halloween nanti, walau dengan wajah tampannya rasanya sulit sih, anak-anak zaman now nggak gampang takut sama Count.

Usut punya usut, ternyata yang membuat kostum Count Dracula jadi ikonik adalah Raymond Huntley, aktor Inggris yang memerankan Dracula dari adaptasi buku Dracula karya Bram Stoker untuk drama panggung pada tahun 1924. Katanya sih Tuxedo dan jubah itu miliknya sendiri. Pementasan yang sama dilakukan juga di Amerika oleh aktor Bela Lugosi, mengenakan kostum Dracula yang sama. Kesuksesan drama panggung tersebut akhirnya membuat kostum Dracula jadi ikon di dunia per-drakula-an. 

Tokoh Dracula juga terus menjadi tokoh penjahat yang menakutkan dan seringkali tak terkalahkan karena kemampuannya menghipnosis, super strength, kadang-kadang bisa beralih rupa jadi kelelawar, bisa mempengaruhi hasrat seseorang, memperdaya korbannya lewat tatapan (bukan ala mentalist ya....), dan abadi. Walau Dracula juga banyak kekurangannya (misalnya, gak suka sinar matahari, bawang putih, salib, orang-orang beriman, kecoak), beliau terbukti menjadi penjahat terngeri sepanjang masa.

2. Sauron

Kita bisa mengenali Sauron lewat mata besar berapi yang terpasang di menara tertinggi Mordor. The All Seeing Eye.... Sauron yang berambisi untuk menguasai Middle Earth, menjadi Raja di bumi dan Dewa bagi kaum Manusia, karena kesenangannya atas keteraturan dan sebal melihat adanya friksi di sana-sini. Bagi Sauron, dunia akan jadi lebih damai kalau tidak ada perbedaan-perbedaan (cara pandang hidup) dan semua tunduk pada hukum dan peraturan-peraturannya. Jadi dia bermaksud untuk mengatur semuanya dengan cara apapun meskipun itu artinya dia harus menghancurkan dan membunuh. Yang, tentu saja, membuat dia sendiri jadi bagian friksi yang justru membuat tatanan dunia tidak teratur. Yah, apapun alasannya, Sauron berhasil bikin kekacauan dimana-mana demi memenuhi ambisinya. 

Tapi bukan berarti dia dari awal jahat lho (di buku Lord of The Ring dan The Hobbit sih iya). Di buku Silmarillion dijelaskan bahwa Sauron tadinya adalah salah satu Angelic Spirit yang disebut Maiar. Meskipun tidak sekuat kaum Valar, yang otomatis menjadi dewa-dewi pengatur dunia di bawah kepemimpinan Eru, sang maha pencipta, Sauron termasuk salah satu Maiar berbakat dengan banyak kemampuan sihir (shapeshifter) dan keterampilan teknis. Dia juga digambarkan memiliki wujud fisik amat rupawan dan karismatik.  Walaupun akhirnya Sauron pindah haluan dengan menjadi tangan kanannya Melkor a.k.a Morgoth, sang Valar jahat. Setelah perang berkali-kali dan Morgoth maupun Sauron kalah, tubuhnya hancur sehingga doski tidak bisa lagi mengambil wujud fisiknya yang rupawan. Sauron kini hanya berupa gumpalan bayangan hitam yang menghantui dan aura jahatnya saja mampu membakar lawannya. Karena itulah dalam filmnya, wujud Sauron cuma tinggal mata saja. Biar dramatis haha.


3. Voldemort

Sebelas-dua belas dengan Sauron, kakang Voldie mendambakan kekuasaan penuh atas dunia sihir dan dunia manusia. Dia tidak suka pada tatanan dunia di mana penyihir dan manusia biasa hidup terpisah dan menjalankan pemerintahan masing-masing tanpa adanya intervensi dari kedua belah pihak. Demi kedamaian, tentu saja. Voldemort ingin penyihir, yang memiliki kekuatan lebih besar, memerintah dunia manusia biasa sesuai kode-kode dan aturan-aturan penyihir, dengan anggapan bahwa manusia biasa ada di golongan rendah sehingga seharusnya tunduk dan patuh pada penyihir, sang makhluk superior. Lebih jauh lagi, dia juga tidak suka pada manusia biasa yang bisa melakukan sihir. Kaum puritan ini menyebut penyihir dari kalangan muggle (manusia biasa) sebagai Darah Kotor. Penista. Sehingga harus disingkirkan. Penyihir berdarah campuran pun masih dianggap tidak cukup 'murni' untuk masuk ke dalam kalangan mereka. Apapun itu, Penfi rasa, Voldie cuma cari-cari alasan agar mendapat dukungan dalam memenuhi ambisinya menjadi Raja di kedua dunia. Voldemort hanya peduli pada kekuatan, dan ingin menjadi satu-satunya yang terkuat di seluruh jagad. Untuk mendapatkan hal itu, Voldemort siap melakukan apa saja, dan menyingkirkan siapa saja. Kejeniusannya pun membuatnya menjadi penyihir terhebat, menyaingi Dumbledore, yang tercatat dalam sejarah per-sihir-an.  

Meskipun kata 'Voldemort' hanyalah rekaan, kini ahli analisis bahasa mengasosiasikan kata itu dengan pengertian 'melarikan diri dari kematian' dari bahasa Perancis. Dan meskipun Voldie terobsesi pada 'Darah Murni', doski sendiri terlahir berdarah campuran.


4. The Man in Black

Makhluk satu ini punya banyak nama julukan yang serem-serem (yang normal juga ada sih untuk penyamaran) dan muncul di berbagai novel horror karya Stephen King seperti The Stand, The Eye of The Dragon, dan The Dark Tower. Nama aslinya adalah Walter Padick, yang dititipkan ke rumah pertanian untuk belajar cara-cara hidup manusia. Tapi lama-lama Walter jadi bosan dan di umur ke-13, doski membakar rumah orangtua angkatnya dan pergi berkelana. Dalam perjalanannya, Walter belajar sihir dari Maerlyn dan jadi mahir menggunakannya. Dia bahkan menjadi utusan Crimson King yang hendak menghancurkan tatanan dunia-dunia agar bisa menciptakannya lagi sesuai keinginannya. Dia jago membuat kekacauan di suatu kota atau negara dengan menciptakan intrik-intrik kecil yang kian lama membesar agar mudah dikuasai. Banyak spekulasi bahwa Pria Berbaju Hitam ini adalah manifestasi dari setan dan Crimson King adalah sang iblis itu sendiri. Yang tentu saja masuk akal karena Walter sering nongol dimana-mana tanpa tahu asal-usulnya dan kemampuan sihirnya yang luar biasa membuatnya jadi 'agak' abadi. Dalam novel The Stand dan The Eye of The Dragon, Walter menggunakan nama Randall Flagg. Intinya, Walter adalah makhluk jahat dan bau ke akar-akarnya.


Ketika muncul pertama kali dalam novel The Stand, Randall Flagg menggunakan jaket jeans biru dan sepatu boots koboi. Dalam novel lain dia menggunakan tudung kepala yang menyembunyikan wajah jelek nan liciknya. Kadang-kadang dia juga memakai topi koboi. Stephen King memang bermaksud membuat novel ala-ala koboi dalam serial The Dark Towernya. Entah gimana, dalam film adaptasinya, Randall Flagg jadi ganteng begini. Sulit jadi benci kan?! 


5. Jadis The White Witch

Berkuasa di Narnia selama 100 tahun sebelum akhirnya ditumbangkan karena terlalu berambisi, Jadis awalnya bukan warga Narnia. Doski berasal dari Charn, sebuah dunia yang berbeda dari Narnia dan Bumi. Jadis menjadi satu-satunya makhluk yang hidup di dunia sekarat itu selama beribu-ribu tahun karena sihir jahat yang dilakukannya membunuh setiap kehidupan di dunia tersebut. Di Charn, Jadis adalah pewaris kerajaan yang memiliki darah jin dan raksasa. Meskipun di dunia tersebut sihir adalah hal yang biasa, hanya darah bangsawan-lah yang bisa melakukan sihir. Awalnya bangsawan Charn baik dan bijaksana, tetapi berubah jadi jahat dan tiran. Jadis yang tumbuh besar di generasi rusak ini tidak mengerti arti simpati dan kebaikan. Dia hanya tahu cara memerintah dan menguasai seperti hak lahirnya sebagai Ratu. Di Narnia, yang baru saja diciptakan Aslan, Jadis merasa terganggu dengan kemampuan Aslan dan bertekad untuk mengganggunya. Dia bahkan mencuri Apel Perak dari Pohon Kemudaan sehingga membuatnya menjadi abadi. Tapi konsekuensi dari keegoisannya adalah dia tidak bisa mendekati pohon berbuah Apel Perak dan hal tersebut membuatnya terasing di daerah utara, memberi kedamaian pada Narnia selama 900 tahun sebelum akhirnya pohon tersebut tumbang dan Jadis bisa kembali ke Narnia. Hal pertama yang dia lakukan pada Narnia berikutnya yaitu menyelimutinya dengan es dan cuaca dingin sepanjang tahun supaya pohon Apel Perak tidak bisa tumbuh lagi dimanapun.     


Karena di adaptasi film terbarunya Jadis digambarkan berambut putih berwajah datar, tidak ada yang mengira kalau awalnya Jadis digambarkan berambut hitam dengan sorot wajah amat dingin. Tidak seperti penjahat-penjahat di atas yang nggak bisa berkompromi, Jadis mungkin nggak serem-serem amat. Meskipun dia memerintahkan dengan tangan dingin. Secara harfiah. Kemampuan sihirnya juga sangat hebat sampai-sampai Aslan tidak gegabah melawannya secara langsung (ada hukum-hukum yang perlu dipatuhi untuk keseimbangan atau...begitulah). Tapi pastinya menyebalkan kalau harus tinggal di dunia penuh es dimana-mana, yang pastinya sulit mencari makan juga kan? Seorang analisis literatur menyebutkan Jadis mirip dengan gambaran Lilith dalam mitos Yahudi.  


6. Cthulhu The Great Old Ones


disse86
OK, kenapa Cthulhu? Kenapa bukan Kronos, atau ular kosmik Apophis, Gaia, Jormungand, atau makhluk dewata jahat lain yang ada di daftar ini. Yah, karena Cthulhu lebih seram daripada semuanya, menurut Penfi. Jormungand mungkin hanya lapar dan pengin makan, lalu hei kebetulan ada cemilan berupa bumi dan isinya, tapi Thor bisa mengatasinya. Gaia dan Kronos ingin manusia musnah karena kita ini sudah seperti semut bagi mereka: mana kecil, jumlahnya banyak, bikin kotor di mana-mana. Tapi kita punya Percy Jackson dkk untuk menghentikan mereka. Apophis gimana? Dia diciptakan berupa kekacauan, dia tidak menyukai kedamaian, dan tujuannya adalah menghancurkan. OK, itu serem juga, tapi Ra masih menjaga semesta untuk menjauhkan Apophis dari bumi. Tapi Cthulhu (baca: ke-thoo-loo)? Monster ini sudah ada di sini. Dia datang ke bumi dari planet Vhrool dan menjadi makhluk hidup pertama yang muncul di bumi dan mempengaruhi evolusi banyak makhluk lain. Dia membangun kota bertembok hijau R'lyeh di benua Mu untuk tempat tinggal keturunan-keturunannya. Sebagaimana layaknya makhluk berintelegensia tinggi lain, perang terjadi di antara saudara-saudara Cthulhu dan mereka akhirnya berbagi daerah kekuasaan di bumi. Untuk beberapa lama Cthulhu berada dalam kondisi 'beku' di bawah laut, yang nantinya akan bangkit kembali dan mengklaim bumi di bawah kuasanya. Pada saat dia bangun, itu akan menjadi akhir dari umat manusia, dan belum ada manusia (tokoh fiksi di buku) yang bisa menghentikannya. Serem kaaaan?


BTW, ada sekte fans khusus untuk Cthulhu ini lho, bukan berarti mereka menyembah monster ini jadi dewa beneran. Maksudnya adalah para fans ini berupaya membentuk satu pantheon untuk memetakan keseluruhan keluarga Cthulhu, mulai dari ayah-ibu, saudara-saudari, istri, nama keturunan-keturunan, dll. Meskipun sebenarnya H.P. Lovecraft, sang pencipta novel, tidak berniat untuk melakukan itu karena beliau hanya ingin membuat latar belakang cerita tentang suasana horor dan tak berdaya dari serangan makhluk asing yang lebih pintar, kuat, dan telah berkonspirasi masal untuk merahasiakan niat mereka membangkitkan Cthulhu. 


7. The Beldam

Makhluk seram satu ini tadinya adalah manusia, yang berkepribadian psikopat. Dia membunuh ibunya sendiri  sejak berusia 9 tahun dan lama-lama mengubah dirinya menjadi semacam peri jahat yang menculik anak-anak untuk dimakan dengan menyamar menjadi ibu yang baik hati, lembut, penyayang, penyabar, dan memanjakan. Karena itulah Beldam sering disebut "The Other Mother". Masih berdaging, darah Beldam sehitam cairan aspal, dan matanya hanya berupa kancing hitam. Dia tinggal di Other World yang mirip dengan dunia nyata, hanya saja itu merupakan ilusi yang diciptakannya sendiri. The Other World yang sesungguhnya hanyalah berupa kekosongan dan kegelapan tak berujung. Beldam tidak menculik anak-anak dengan paksa tapi dengan rayuan dan manipulasi. Anak-anak dibuat betah bermain dan tinggal di Other World sampai-sampai mereka tidak mau kembali ke ibu mereka yang asli. Setelah itu Beldam akan mengganti mata mereka dengan kancing (tanpa anestesi!), lalu memakan daging dan jiwa mereka. Ketika Coraline menolak mengganti matanya dengan kancing, Beldam yang kelaparan tak mampu menahan ilusi The Other World dan makhluk-makhluk lain ciptaannya yang hanya terbuat dari serbuk kayu. Wujud fisiknya pun berubah jadi semakin menyeramkan dengan jari-jari lancip seperti laba-laba. Kemampuannya yang banyak dan tak terkalahkan membuatnya nangkring di daftar ini sebagai Penjahat Terngeri veri PNFI.


Istilah Beldam diambil dari puisi John Keats berjudul "La Belle Dame sans Merci" (Wanita Cantik tanpa Belas Kasih). Puisi tersebut bercerita tentang seorang ksatria yang tersesat di daerah gersang dan kering bertemu dengan seorang wanita cantik dengan mata cemerlang yang merayunya masuk ke sebuah griya atas nama cinta, untuk kemudian dimantrai agar tertidur panjang. Dalam mimpi, sang ksatria diberi peringatan oleh sebentuk hantu bahwa dia berada dalam kuasa mantra, begitu terbangun sang ksatria mendapati dirinya berada di padang gersang sendirian. Bener deh penefiers, jangan gampang terpesona sama yang cantik-cantik atau ganteng-ganteng, barangkali mereka cuma mau memakan daging dan memerangkap jiwa kalian sebagai asupan nutrisi! Hiiii....   




Kalau kalian tahu penjahat overpowered lainnya, kasih tahu Penfi ya ;)

Kamis, 26 Oktober 2017

Anti-Hero dan Anti-Heroine Dalam Novel Fantasi

Kalian mungkin bertanya-tanya, apa sih anti-hero atau anti-heroine itu? Definisi anti-hero(ine) dalam wikipedia adalah: seorang tokoh yang tidak memiliki moralitas, idealisme, dan kadang-kadang pengecut, asalkan dia mendapatkan apa yang diinginkannya, entah itu uang, status sosial, atau balas dendam. Terbalik dengan tokoh hero biasanya kan? Anti-hero(ine) tidak melulu sama dengan penjahat. Misalnya saja di serial A Song of Ice and Fire, ada banyak tokoh anti-hero(ine) di sana, seperti Cersei Lannister, Sandor Clegane (The Hound), Lord Baelish, Bronn, dll. 

Anti-hero(ine) bisa juga disebut tokoh penjahat atau antagonis (tokoh yang melawan peran tokoh utama atau protagonis) tapi tidak bisa disebut demikian juga karena seringkali tokoh anti-hero(ine) bertempur bersama sang hero(ine) untuk melawan tokoh villain, hanya saja cara-cara mereka nggak etis dan bisa bikin banyak orang marah. Lebih gampangnya lagi, contoh hero dan anti-hero yang baru-baru ini tayang di bioskop:
wkwkwkwk
Nah, Penfi ingin memberi rekomendasi novel pada kalian di mana tokoh-tokoh anti-hero dan anti-heroine-nya menjadi protagonis (tokoh utama) dalam suatu cerita. Here we go...


1. The Broken Empire Trilogy by Mark Lawrence

Nama Mark Lawrence mencuat setelah beliau menerbitkan buku pertama The Broken Empire: Prince of Thorns. Novel ini mengambil POV1 dari tokoh utama Jorg Ancarth, yang merupakan seorang pangeran, tapi setelah ibu dan adik laki-lakinya dibunuh, Jorg harus melarikan diri dari ayah dan kerajaan, dan bertahan hidup dengan menjadi perampok untuk membalas dendam. Karena aura kebangsawanannya dan kemampuan alaminya untuk memimpin, Jorg berhasil menjadi ketua geng perampok terbesar dan ditakuti di seantero negeri di usianya yang hanya 14 tahun. Dia bersumpah akan menjadi raja di usia 15 tahun. Dengan mimpi-mimpi buruk tentang pembunuhan ibunya, Jorg tumbuh menjadi pahit dan tidak bersimpati pada penderitaan orang lain. Pertanyaannya, akankah dia berhasil menjadi raja? Akan jadi raja seperti apakah Jorg nantinya?

Sedikit petunjuk untuk buku ini, nuansanya yang gelap dan kekerasan yang ada di dalamnya tidak cocok dibaca anak-anak. Lalu setting cerita ini ada di masa depan, bukan di abad pertengahan seperti biasanya. Jorg memiliki kemampuan necromancer dan ada penyihir-penyihir lain di sini. Ada juga sisa-sisa zaman modern dengan aspal dan reruntuhan pilar beton. Membuat kita penasaran kan apa yang terjadi sesungguhnya? Well, buy the book and read then. Oh, buku pertamanya pernah diterbitkan UFUK Publishing lama berselang tapi tidak dilanjutkan.


2. The Blade Itself by Joe Abercrombie

Kisah dalam novel ini bertempat di Union, sebuah kerajaan besar yang terus-menerus diserang oleh Kerajaan Barbar di Utara dan Kerajaan Gurkish di Selatan. Masing-masing pemimpinnya, tentu saja, tidak bermoral dan tiran. Dalam novel ini ada 6 tokoh utama yang lagi-lagi, moralnya dipertanyakan. Ada Logen Ninefingers yang dari kaum barbar hendak mencari penyihir di Utara tapi terjebak dalam situasi yang membuatnya nyawanya terancam. Ada kapten Jezal dan Luthar yang merupakan bangsawan egois, curang dalam berjudi dan mengidamkan label pemenang dari perang. Ada Inkuisitor Glokta, mantan penyiksa yang kini lumpuh dan membenci siapa saja. Dan Bayaz, seorang penyihir yang gampang naik darah. Semuanya memiliki kisah yang saling memengaruhi, seperti halnya dalam serial ASOIAF

Mungkin ada baiknya kalian menjauhkan buku ini dari anak-anak. Buku ini belum diterjemahkan dan saya penasaran kenapa. Oh well, next! 


3. The Gentleman Bastard Series by Scott Lynch

Buku ini menceritakan segerombolan pencuri elit yang menamakan diri mereka Gentleman Bastard (wkwk), yang merampok orang-orang kaya untuk dirinya sendiri. Kira-kira ini gabungan antara Robin Hood dan Ocean Eleven (kalau kamu belum pernah nonton, ada Brad Pitt dan George Clooney di sana). Locke Lamora tinggal di kota yang mirip Venisia kuno tapi dengan sentuhan sihir dan sisa-sisa alien yang tak disebutkan asalnya bagaimana. Nama kotanya disebut Camorr. Locke yang yatim-piatu dibeli Chains sebagai anggota tambahan dalam grup pencurinya. Chains mengajari Locke semua kemampuan menipu, mencuri, membuka kunci, dan lainnya, sampai akhirnya Chains meninggal dan Locke mewarisi geng pencuri. Kecerdikan Locke bahkan bisa menipu ketua kelompok kriminal terkenal, Capa Barsavi. Namun kini Locke harus menghadapi orang lain, yang ingin mengontrol semua kegiatan bawah tanah. Seseorang yang disebut Grey King.

Sebagai tokoh anti-hero, Locke Lamore cukup kocak dan menghibur. Mungkin sedikit seperti Jack Sparrow di Pirates of the Carribean. Worth to read kan? Bukunya sudah terbit 3 walau Scott Lynch merencanakan ada 7 buku. Buku ke4 dijadwalkan terbit tahun ini atau tahun depan.


4. Night Angel Trilogy by Brent Weeks

Yang ini mungkin mengingatkan kalian pada Assassin Creed, yang memang iya sih karena bercerita tentang Assassin (pembunuh bayaran). Hanya satu perbedaan. Azoth menjadi Assassin untuk bertahan hidup. Menjadi yatim piatu dan hidup di jalanan dengan mencopet, Azoth memiliki kemampuan yang dilirik oleh Roth. Namun Azoth menolak. Roth yang tidak terima ditolak, berniat membunuh Azoth. Pada saat itulah dia mendatangi Durza Blint yang merupakan Assassin Night Angel. Durza adalah seorang Assassin hebat yang tidak pernah mengambil seorangpun murid, tapi dia akhirnya menerima Azoth sebagai muridnya karena usaha pantang menyerahnya. Plot bergulir sampai Roth membalas penolakan Azoth pada adik perempuannya, Doll Girl. Setelah melihat perbuatan Roth pada adiknya, Azoth pun menuntut balas dendam. 

Awalnya Azoth memang hanya ingin bertahan hidup dari Roth tapi dengan kemampuannya yang baru sebagai Night Angel, dia menjadi Assassin berikutnya dengan polemik-polemik baru. Mungkin tidak terasa sebagai tokoh anti-hero di sini, yah, hanya sedikit deh. Satu lagi, Mark Lawrence sendiri merekomendasi novel ini. Buku ini juga cuma diterbitkan 1 buku saja di sini. Sayang ya.... 


5. The Young Elites by Marie Lu

Penfi pernah bahas buku ini di segmen lain. Tokoh anti-heroine di novel-novel ternyata gak banyak jumlahnya, pemirsa! Yah Maksudnya jarang ada di genre fantasi (atau mungkin ada di pararom ya? *pijet dagu* Kasih tau Penfi kalo kalian tahu ya ;)). Dalam serial ini Adelina Amouteru menyimpan dendam dalam hatinya, membuatnya jadi orang yang keras hingga bisa memanfaatkan kemampuan yang didapatkannya dari Blood Fever untuk kepentingannya sendiri. Karena target pembaca serial ini adalah Young Adult, jadi sepertinya cukup aman dibaca (bagi yang fobia kekerasan). Di sini sudah terbit 2 buku, kita masih nunggu buku ketiganya dengan sabar. *meditasi*


6. The Elric Saga by Michael Moorcock

Karena bukunya ada banyak (17 buku), pake ini aja gambarnya
Elric Melnibone adalah seorang raja di Melnibone. Dia jago berpedang, jago sihir, tapi tubuhnya lemah dan secara fisik dia albino. Sebagai raja yang punya banyak kemampuan, Elric membenci dirinya sendiri dan tradisi Melnibone hingga ketergantungan obat-obatan, sampai-sampai tangan kanannya tidak mengerti dan sepupunya Yyrkoon (pewaris tahta) nggak sabaran hingga berencana membunuh dirinya. Kekhawatiran utama kerajaan Melnibone adalah muncul kerajaan-kerajaan baru yang dikuasai oleh manusia. Orang-orang Melnibone menempatkan manusia di golongan kedua, sehingga mereka ingin menghancurkan mereka. Tapi apakah Elric juga berpikir hal yang sama? Ngomong-ngomong apa Penfi sudah bilang soal pedangnya, Stormbringer, yang bisa menyerap roh orang hidup untuk mencapai potensi penuhnya? Oh satu lagi, apa Penfi juga bilang kalo Elric bisa memanggil (summoner) entitas tingkat tinggi seperti Arioch, sang penjaga raja-raja Melnibone, sang Lord of Chaos dan Duke of Hell sendiri? Belum? Nah ya barusan sudah hehehe. Menarik kan? 


Nah, segitu dulu. Kalau kalian tahu novel-novel lain dengan tokoh protagonis Anti-hero atau Anti-heroine, bilang-bilang Penfi ya!

Kamis, 05 Oktober 2017

Blade Runner - Ketika Android Lebih Manusia Daripada Manusia

Los Angeles, 2019

Blade Runner adalah film adaptasi tahun 1982 dari novel sains fiksi Do Androids Dream of Electric Sheep? karya Philip K. Dick disutradarai oleh Ridley Scott yang terkenal lewat serial film Alien dan diperankan oleh Harrison Ford yang pada saat itu sedang naik daun lewat film Star Wars dan Indiana Jones

Berlatar belakang pada masa depan di era distopia Los Angeles, ketika sebuah perusahaan besar bernama Tyrell Corporation menciptakan robot android versi Nexus-6 yang mirip sekali dengan manusia namun tanpa empati atau perasaan emosional dan memiliki kekuatan fisik yang jauh melebihi manusia biasa. Para android ini disebut replicants (replika) dan diciptakan untuk bekerja di planet lain yang sudah dikoloni orang-orang Bumi. Namun para Replika memberontak, mereka membunuh manusia, dan kabur dari planet koloni kembali ke bumi. Untuk mengejar para replika pembunuh ini, satuan unit khusus dari kepolisian disebut Blade Runner ditugaskan untuk menangkap mereka. Rick Deckard yang sedang setengah-cuti pun ikut dipanggil untuk kembali menjadi Blade Runner dan memburu para replika pemberontak. Sementara itu ada beberapa Replika yang merasa diri mereka manusia karena pada saat diproduksi mereka diberikan unduhan memori orang lain agar bisa merasakan sedikit "bantalan emosi". Ketika kisah tersus bergulir, rahasia-rahasia terungkap, identitas diri dipertanyakan, film Blade runner mencapai kesuksesannya sebagai film cult film (fanbase besar yang setia) dan menjadi film neo-noir (teknik sinematik yang gelap dan misterius) yang dipuji hingga kini.


versi novel grafis

Novel Do Androids Dream of Electric Sheep diterbitkan pertama kali pada tahun 1968 oleh Philip K. Dick, mengisahkan bumi yang berada di ambang kehancuran setelah perang nuklir di tahun 1992 (edisi terbaru disesuaikan menjadi 2021) disebut World War Terminus, di mana binatang hampir punah sehingga memiliki peliharaan binatang pada saat itu menjadi lambang status sosial dan empati (membedakan antara manusia dan android) dan mendorong munculnya agama baru berbasis teknologi disebut Mercerisme. Orang-orang miskin hanya mampu membeli peliharaan robot. Di buku juga disebutkan adanya obat yang dapat merubah mood disebut Penfield Mood Organs. Obat ini bisa mempengaruhi mood seseorang apapun kondisi emosi yang diinginkan, seperti misalnya mood untuk jalan-jalan ke kota atau mood untuk baca buku seharian, dan-lain-lain.

Sama seperti di film, bukunya juga menceritakan dari sudut pandang Rick Deckard yang bertugas memburu para Replika pemberontak sebagai bagian dari unit Blade Runner, walau dia sebenarnya hanyalah pemburu bayaran yang bekerja untuk uang. Tujuan awalnya adalah agar Deckard memiliki cukup uang untuk membeli peliharaan sungguhan menggantikan peliharaan robotnya dengan harapan peliharan baru itu dapat mengusir rasa kesepian dirinya dan membantu istrinya yang depresi. Deckard diminta untuk "mempensiunkan" para replika yang dia temui. Saat memburu para replika dan mengalami kejadian membingungkan, Deckard dipaksa untuk berpikir tentang intelijensia para android, kemampuan mereka berempati, dan apa artinya menjadi manusia. Dia bahkan mulai mempertanyakan identitas dirinya dan orang-orang sektiarnya, manakah yang manusia, manakah yang robot. Pertanyaan-pertanyaan berbau filosofi dan etika pun semakin mencuat. Jika seandainya dunia kita sekarang dipenuhi android seperti nexus-6, apa yang akan kalian perbuat? Apakah kalian yakin, kalian bukan android dengan ingatan yang diunduh ke dalam prosesor kalian?



Anyhoo, film Blade Runner yang sukses di tahun 1982 ikut mengangkat nama Philip K. Dick dan berbagai novelnya diadaptasi ke layar lebar juga. Novel Do Androids Dream of Electric Sheep dibuatkan sekuelnya dengan judul: The Edge of Human (1995), Replicant Night (1996), dan Eye and Talon (2000). Tapi sekuel ini ditulis oleh kawan Dick, K. W. Jeter. Novel-novel maupun cerpen Philip K. Dick lain yang diadaptasi ke film dan menjadi populer seperti Total Recall, Next, Paycheck, Minority Report, dll.   

Sekuel film Blade Runner berjudul Blade Runner 2049 disutradarai oleh Denis Villenueve dan dijadwalkan tayang bulan Oktober 2017 dengan Ryan Gosling sebagai Officer K, seorang petugas Blade Runner yang baru ketika dia menemukan rahasia yang akan menjungkirbalikkan sisa-sisa tatanan dunia yang sekarat. Harrison Ford juga akan kembali muncul dalam film ini sebagai Rick Deckard. Berikut adalah sebagian foto-foto adegan filmnya berikut trailernya. Enjoy, and lets dream.






dan trailernya...





Catatan: Buku ini menjadi salah satu buku klasik fiksi ilmiah yang wajib baca Penfi beberapa waktu lalu. Kamu bisa cek buku-buku lain di sini

Rabu, 04 Oktober 2017

Booklicious October!

Waktunya Penfi tebar buku lagi untuk bulan Oktober! 

Sedikit trivia, dahulu kala Oktober artinya Bulan ke-Delapan, karena Okto berasal dari bahasa latih Octo yang artinya Delapan. Kemudian Romawi menambahkan January dan February sehingga menggeser posisi Oktober ke bulan ke-Sepuluh. Di Inggris Kuno bulan Oktober ditandai dengan datangnya musim dingin dan festival-festival yang dilakukan turun-menurun hingga sekarang. Salah satu festival yang masih dilakukan dengan segala perubahan-perubahannya adalah Festival Halloween. Konon di hari Halloween, hantu-hantu leluhur berikut para makhluk halus seperti peri akan datang berkunjung. Jadi, begitulah tema buku kita di bulan Oktober ini!

Alright guys, here we gooo...





1. The Monstrumologist


Will Henry adalah seorang anak yatim piatu yang bekerja sebagai asisten di rumah Dokter Pelinor Warthrop. Dokter Warthrop sendiri adalah seorang ahli monstrumologi dan sepanjang masa karirnya yang masih pendek, Will sudah terbiasa dengan tamu aneh di tengah malam dan melihat hal-hal aneh lainnya. Sampai pada suatu malam seorang penggali kubur bernama Eamus Gray mengunjungi rumah Dr Warthrop sambil membawa 2 mayat yang ditemukannya di kuburan. Satu mayat adalah seorang wanita, dan satu mayat lain adalah makhluk bernama Anthropophagi. Dan dalam tubuh mayat wanita terdapat janin Anthropophagi yang masih hidup. Sejak itu Will dan Dr Warthrop harus menghadapi berbagai macam teror yang berdatangan. 

Buku misteri horor gotik ini cocok dibaca untuk kamu yang menyukai kisah-kisah kelam. Oh buku ini juga menyasar pembaca Young Adult lho, dan mendapat penghargaan Printz Honor Award untuk kategori buku YA terbaik. 


2. The Castle of The Carpathians


Kastil Carpathians terletak di Gunung Carpathian di Transylvania, wilayah Austria-Hungaria (sekarang Rumania). Penduduk desa percaya bahwa iblis telah menempati kastil itu karena banyak hal aneh terjadi di desa yang letaknya dekat dari kastil. Count Franz de Telek, yang kebetulan mengunjungi tempat tersebut merasa tertarik dengan cerita penduduk sekitar dan memutuskan untuk menyelidiki kastil. Ternyata pemilik kastil adalah kenalan sang Count yang bernama Baron Rodolpho de Gortz, yang dulu pernah bersaing memperebutkan cinta seorang prima donna Italia, La Stilla. Sang Count mengira La Stilla sudah meninggal, tetapi ketika tinggal di sana, dia mendengar suaranya dan nyanyiannya dimana-mana. Apakah itu hantunya? Kalau ya, kenapa masih tinggal di alam manusia? Count pun menyelidiki lebih lanjut.


3. A Head Full of Ghosts


Keluarga Barrett hidup sederhana di kota kecil New England, Amerika bersama kedua putri mereka yang berumur 14 tahun, Marjorie, dan 8 tahun, Merry. Ayah mereka kesulitan mencari nafkah sehingga hanya mengandalkan ibu mereka yang bekerja di toko kecil. Merry tidak begitu mengerti ketika tiba-tiba saja Marjorie bersikap aneh. Dokter tidak bisa menolong Marjorie, dan ayah mereka yang baru saja menjadi seorang Katolik, menganggap Marjorie kerasukan setan atau iblis. Jadi dipanggilan pastor untuk melakukan pengusiran setan. Ayah mereka juga memanggil kru TV yang akan mengambil gamabr untuk episode serial TV realita The Possessed. Ketika penglihatan-penglihatan Marjorie semakin parah, Merry menyaksikan pecahnya keluarga mereka sedikit demi sedikit.


4. Zombie Aedes


Ibukota Jakarta tiba-tiba dapat wabah. Ratusan hingga ribuan orang langsung terkena penyakit mematikan. Hanya dalam hitungan hari, penderita penyakit ini akan langsung meninggal dunia. Vaksin dan antibiotik tidak ada yang berguna. Di segala kekalutan, tiba-tiba saja mereka yang sudah meninggal bangun lagi. Kini para mayat hidup jadi agresif dan mengejar manusia yang sehat untuk dimakan. Untungnya ada profesor yang tahu penyebab wabah dan tahu cara membuat vaksinnya. Maka sekelompok sipil pun mengawal sang profesor ke Monas, tempat peradaban manusia bisa dimulai lagi. Tapi berhasilkah mereka?  

Note: gambar nyamuk diambil dari galeri video game Resident Evil - Mulder.

5. The Haunting of Hill House


Dr. Montague ingin mencari bukti atas keberadaan hantu maka dia menyuruh asistennya untuk mengundang beberapa orang untuk ikut dalam eksperimennya. Hanya 3 orang yang membalas undangannya: Theodora yang ceria dan flamboyan, Eleanor yang pendiam dan penakut, dan Luke, ahli waris rumah yang akan mereka berempat tinggali untuk mencari fenomena gaib. Rumah yang mereka tinggali dimiliki nenek moyang Luke yang misterius, letaknya jauh dari kota, dan hanya dijaga 2 pengurus rumah yang menolak untuk ikut menginap setelah gelap. Banyak rumor aneh seputar rumah kosong tersebut sehingga Dr Montague menganggap tepat untuk dijadikan tempat bereksperimen. Segera saja, fenomena-fenomena aneh menghampiri, khususnya pada Eleanor. Kamar mereka diketuk dengan keras pada malam hari, ruangan kamar tiba-tiba berubah dingin membekukan, dlsbg. Fenomena-fenomena ini semakin meningkat tiap harinya sehingga membuat Dr Montague pun ketakutan. Tapi, apakah benar fenomena-fenomena aneh tersebut dilakukan oleh hantu? Suasana mencekam dalam buku ini dijamin bisa membuat bulu kudukmu merinding. 


Minggu, 01 Oktober 2017

[AUTHOR] Jules Gabriel Verne

Jules Gabriel Verne



Hai Penefiers tercinta…
Nah, menyambut bulan Oktober ini, Penfi hadir dengan postingan Author of The Month yang berbeda dari biasanya. Terbiasa nongol di grup fesbuk, sekarang AoTM hadir via blog PNFI biar lebih enak dibacanya. Dan untuk Oktober dingin penuh hujan kali ini kita akan mengulik sosok legendaris, Jules Verne, Bapak Fiksi Ilmiah, penulis klasik anyar berkebangsaan Prancis.

Jules Gabriel Verne, lahir di √éle Feydeau, Prancis 8 Februari 1828. Beliau lahir dari keluarga yang kaya raya dengan ayah yang bekerja sebagai pengacara dan ibu yang berasal dari keluarga pemilik kapal. Verne memiliki seorang adik laki-laki yang nantinya akan menjadi prajurit angkatan laut dan 3 orang adik perempuan. 

Ketertarikan Verne terhadap penulisan kisah petualangan dimulai dari cerita guru sekolah dasarnya, yang merupakan seorang janda karena suaminya mengalami kecelakaan kapal laut dan beliau mengatakan pada murid-muridnya bahwa suaminya terdampar di sebuah pulau dan nantinya akan kembali seperti dalam petualangan Robinson Crusoe karya Daniel Defoe yang terkenal di masa itu. Berbagai pelajaran yang bisa diberikan keluarganya membuat Verne menguasai bidang geografi, menyanyi, bahasa Yunani dan Latin.

Pada usia 19 tahun Verne berencana menulis kisah drama tragedi seperti Victor Hugo dengan karyanya Les Miserable dan The Hunchback of Notre-Dame. Beliau bahkan sudah menyiapkan 3 judul yang akan ditulisnya. Tetapi sang ayah berpendapat Verne harus meneruskan usaha keluarga yaitu menjadi pengacara karena beliau adalah putra tertua. Maka Verne pun masuk ke sekolah hukum di Paris, sekaligus untuk menjauhkannya dari Nantes, kampung halaman yang dianggap telah memengaruhi Verne ke dunia penulisan. Verne lulus dari sekolah hukum tahun 1849.

Verne sempat jatuh cinta pada sepupunya Caroline pada masa remajanya, lalu jatuh cinta lagi pada seniornya sampai-sampai Verne mendedikasikan 30 puisi cinta untuknya tetapi kisah roman ini tidak berbuah karena orangtua si gadis tidak menyetujui hubungan mereka. Kegagalan hubungan tersebut membuat Verne jatuh dalam depresi dan menulis berbagai novel yang didalamnya mengisahkan gadis-gadis kawin paksa oleh keluarga.

Ketika kembali ke Paris untuk melanjutkan sekolah, Verne memasuki era Revolusi Perancis yang menumbangkan pemerintahan monarki yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte hingga ke Kudeta Perancis yang membuat Napoleon mengklaim diri sebagai Kaisar Perancis. Di Perancis juga, Verne menggunakan status sosialnya untuk memasuki dunia sosialita kaum borjuis di mana beliau nantinya berteman dengan putra Alexandre Dumas yang terkenal lewat karyanya The Count of Monte Cristo, dan The Three Musketeers. Lewat koneksi ayahnya, Fils dan Verne menulis naskah drama Opera yang berhasil dipentaskan. Mulai pada saat inilah Verne bertemu editor majalah yang memberinya pekerjaan menulis yang berkaitan dengan geografi, dan beliau juga meneruskan menulis naskah drama untuk pentas panggung. 

Verne menikah pada tahun 1957 ketika menghadiri pernikahan temannya sebagai pendamping mempelai pria setahun sebelumnya dan jatuh cinta pada saudara perempuan mempelai wanita yang merupakan seorang janda beranak dua. Dari pernikahan tersebut, Verne hanya memiliki 1 putra yang kemudian diberi nama Michel Verne. Beliau meninggal dunia di rumahnya tanggal 24 Maret 1905 karena penyakit diabetes.


Karya Verne ada banyak sekali, dan tentunya menjadi inspirasi bagi para penulis setelahnya. Sejak tahun 1863, karya-karya Verne berhasil mengguncang dunia dan bahkan dianggap "nabi" karena telah memprediksi perkembangan teknologi yang belum terpikirkan pada zamannya, meskipun Verne sendiri membantahnya. Verne telah menjadi penulis klasik dengan karya yang paling banyak diterjemahkan di seluruh dunia, selain  Agatha Christie dan William Shakespeare. Berikut Penfi sajikan beberapa karya Jules Verne untuk inspirasi bacaan Penefiers semua.

1. FIVE WEEKS IN A BALLOON (1863)

Seorang ilmuan dan petualang, Dr. Samuel Fergusson, bersama pelayannya, Joe, dan sang pemburu bernama Richard Kennedy, melakukan perjalanan panjang untuk menjelajahi benua Afrika yang belum tereksplorasi di masa itu. Perjalanan ini dilakukan dengan menggunakan balon udara besar dengan mesin yang telah dimodifikasi Dr.Fergusson. Perjalanan ini bermula di Zanzibar, dan mengarungi daerah tak dikenal di Afrika yang kini diketahui sebagai Republik Afrika Tengah, mengarungi savana dan gurun. Petualangan ketiga pria ini meliputi nyaris akan dikorbankan oleh suku primitif setempat, perburuan antelop langka, kehabisan sumber air, dan penyerangan dari burung-burung elang terhadap balon udara. Kisah seru ini telah difilmkan dengan judul sama tahun 1962.

2. JOURNEY TO THE CENTER OF THE EARTH (1864)

Sempat diterjemahkan dengan judul Perjalanan Ke Pusat Bumi, novel ini membawa level petualangan yang nyaris belum bisa dibayangkan di masa itu. Seorang profesor berkebangsaan Jerman, Otto Lidenbrock percaya bahwa ada lorong-lorong vulkanis yang bisa dilalui untuk menuju ke pusat bumi. Bersama keponakannya, Axel, dan pemandu bernama Hans Bjelke, mereka turun melewati vulkano Snæfellsjökull di Islandia, mengalami banyak petualangan, mulai dari hewan-hewan prasejarah seperti pterodactyl, serta berbagai jenis burung-burung lain berukuran besar,, bencana alam, dan akhirnya mereka muncul ke permukaan bumi lagi di vulkano Stromboli, Italia. Buku ini pun telah diadaptasi ke layar lebar, mulai dari tahun 1959, 1978, 1989, terakhir tahun 2008 (semacam sekuel perjalanan prof Otto dkk).


3. FROM EARTH TO THE MOON (1865)

Mengisahkan ambisi sekelompok orang yang tergabung dalam The Gun Club, sebuah komunitas yang terbentuk pasca perang sipil di Amerika Serikat. The Gun Club yang diketuai oleh Impey Barbicane, membentuk suatu kerjasama gila untuk meluncurkan proyektil alias roket pertama ke bulan. Misi ini dilecehkan oleh Kapten Nicholl dari Philadelphia, hingga akhirnya Barbicane berseteru dengannya. Perseteruan ini kemudian diselesaikan oleh Michel Ardan, petualang asal Prancis yang menyarankan agar kedua pria ini ikut ke bulan dengan menaiki proyektil tersebut, bersama Ardan tentunya. Misi gila-gilaan ini lah yang membuat novel ini begitu menarik. Ditambah keterangan sains di novel ini ternyata lumayan berdampak pada sains modern, dimana belum ada perjalanan ke bulan di masa itu. Novel ini dijadikan opera tahun 1875, sempat disebutkan dalam novel HG Wells berjudul The First Men In The Moon yang terbit tahun 1901, dan sempat menginspirasi beberapa film tahun 1902, 1958, dan 1967 dengan beraneka judul.



4. TWENTY THOUSAND LEAGUES UNDER THE SEA (1869 - 1870)

Pada tahun 1866, banyak kapal dari berbagai negara melihat kemunculan makhluk laut superbesar nan misterius, yang mereka sebut sebagai Narwhall raksasa. Untuk mengungkap misteri ini, sebuah tim dibentuk, terdiri atas ahli biologi kelautan asal Prancis bernama Prof Pierre Aronnax, bersama pemancing ulung asal Kanada, Ned Lad, dan pelayan prof Pierre, Conseii. Secara tak disangka, mereka 'tertangkap' oleh makhluk misterius tersebut di Samudera Pasifik. Faktanya, makhluk tersebut adalah kapal selam superbesar bernama Nautillus, yang dikendalikan oleh Kapten Nemo. Kapten Nemo lantas membawa Aronnax dan rekan-rekannya untuk menjelajahi keajaiban dunia bawah laut yang belum pernah terjamah. Berbagai spesies luar biasa dan botani bawah laut memanjakan para petualang ini, namun ada konflik internal dan eksternal yang harus mereka hadapi, berkaitan dengan peperangan dan kekuasaan. Kisah ini telah difilmkan tahun 1954 dan menjadi serial tv.


5. AROUND THE WORLD IN EIGHTY DAYS (1873)

Seorang jutawan Inggris, Phileas Fogg bertaruh dengan teman-temannya dalam sebuah klub bahwa dia bisa melakukan perjalanan keliling dunia hanya dalam waktu 80 hari. Pertaruhan dengan nilai uang sebesar 20.000 pounds (sekitar 1,6 juta dolar), harus dilengkapi oleh Fogg. Berangkat dari London, Fogg ditemani seorang pria Prancis bernama Passepartout. Perjalanan Fogg ini akan dimulai dari London, menuju Terusan Suez, lalu ke Bombay, Calcutta, Hongkong, Yokohama, melewati samudra Pasifik dan menuju San Fransisco, New York, dan kembali lagi ke London. Tentu saja perjalanan Fogg ini berlangsung tidak sesuai rencana, karena Fogg dibuntuti seorang detektif dari Scotland Yard. Belum lagi berbagai halangan di masing-masing daerah yang mereka lalui. Petualangan Fogg dalam kisah ini telah diadaptasi menjadi naskah drama, naskah radio, teater, dan film sejak tahun 1874 hingga 2004. Bahkan kisah ini juga sudah diadaptasi menjadi games, animasi, dan taman hiburan.


6. THE MYSTERIOUS ISLAND (1874)

Lima pria Amerika berhasil kabur dari penjara tahanan perang sipil dengan membajak sebuah balon udara di Richmond, Virginia. Setelah melewati badai tak berkesudahan dengan intensitas aneh dan mengerikan, mereka terdampar di sebuah pulau dengan lokasi sekitar 1600 mil di sebelah timur Selandia Baru. Kelima pria ini lalu berusaha bertahan hidup dengan mengandalkan kemampuan yang mereka miliki. Ternyata, Pulau misterius tersebut diketahui memiliki banyak keanehan tersembunyi, mulai dari spesies orang utan, duyung, dan penemuan Nautillus, kapal milik Kapten Nemo dalam kisah TWENTY THOUSAND LEAGUES UNDER THE SEA. Usaha kelima pria ini untuk pulang menjadi plot utama kisah ini, selain kemagisan dari Pulau Misterius. Seperti halnya karya Verne sebelumnya, The Mysterious Island telah diadaptasi menjadi berbagai film sejak 1929 hingga 2012.


7. ROBUR THE CONQUEROR / THE CLIPPER OF THE CLOUDS (1886)

Kisah dalam buku ini dimulai ketika muncul suara suara dan cahaya aneh di seluruh dunia, disusul dengan terpancangnya bendera hitam dengan lambang matahari emas di  Patung Liberty, New York, Piramida Giza Mesir, dan puncak menara Eiffel di Paris. Kejadian misterius ini akhirnya diketahui adalah ulah seorang penemu jenius dan misterius bernama Robur yang berhasil menyusup ke organisasi penerbangan di Institusi Weldon, Pensylvania. Robur menculik beberapa pimpinan tertinggi organisasi untuk menunjukkan penemuan alat penerbangannya yang dianggap mutakhir. Namun kejeniusan Robur masih tidak mendapat pengakuan selayaknya. Kisah Robur ini telah diadaptasi menjadi komik dan mengispirasi penulis novel lainnya dalam penemuan alat-alat penerbangan.


8. THE CARPATHIAN CASTLE / THE CASTLE OF THE CARPATHIANS (1892)

THE CARPATHIAN CASTLE adalah sebuah novel Verne yang mengisahkan tentang tahayul mengenai kastil tua di daerah pedalaman Transylvania, Rumania. Kastil milik Baron De Grotz ini telah ditinggalkan selama bertahun tahun oleh pemiliknya yang misterius. Hingga suatu ketika seorang pengembala melihat adanya asap dari menara kastil. Penduduk desa Werst di sekitar kastil langsung dicekam ketakutan akan adanya makhluk jahat penghuni kastil yang meneror mereka. Akan tetapi, seorang bangsawan bernama Franz de Telek hadir di desa dan berusaha mengungkap misteri dibalik kastil. Franz yakin bahwa ada penjelasan ilmiah dibalik misteri kastil yang menghantui penduduk desa. THE CARPATHIAN CASTLE ini dipercaya menjadi inspirasi Bram Stoker dalam menulis kisah legendarisnya, Dracula.



Jules Verne adalah penulis yang amat produktif. Masih banyak sekali karya karyanya yang belum Penfi sebutkan, dan tidak semua bergenre fiksi ilmiah. Verne memiliki penggemar fanatik yang menyebut diri sebagai Vernian, dan mereka meyakini bahwa apa yang ditulis Verne bukan sekedar karangan. Beberapa penemuan juga terbukti hadir dari kisah-kisah yang ditulis Verne lebih dari seabad lalu. Sangat mengagumkan sekali karena Verne menjadi acuan fiksi ilmiah pada sastra maupun dunia nyata. Petualangan laut, udara, daratan, kedalaman bumi, hingga luar angkasa telah dijajal dalam kisah-kisah buatan Verne.

Beberapa karya anyar Verne rata-rata sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. Jelas layak baca, karena kisah buatan Verne adalah pendahulu dari kisah fiksi ilmiah dengan kualitas amat baik. Yuk Penefiers mulai dibaca dan dikoleksi. ^^

Judul Asli Judul Edisi Inggris Tahun terbit dalam bentuk seri Tahun terbit dalam bentuk novel
Cinq Semaines en ballon
Five Weeks in a Balloon
1863
Voyages et aventures du capitaine Hatteras
The Adventures of Captain Hatteras
1864–5
1866
Voyage au centre de la Terre
Journey to the Center of the Earth
1864
De la Terre à la Lune
From the Earth to the Moon
1865
1865
Les Enfants du capitaine Grant
In Search of the Castaways
1865–7
1867–8
Vingt Mille Lieues sous les mers
Twenty Thousand Leagues Under the Sea
1869–70
1869–70
Autour de la Lune
Around the Moon
1869
1870
Une Ville flottante
A Floating City
1870
1871
Aventures de trois Russes et de trois Anglais
The Adventures of Three Englishmen and Three Russians in South Africa
1871–2
1872
Le Pays des fourrures
The Fur Country
1872–3
1873
Le Tour du monde en quatre-vingts jours
Around the World in Eighty Days
1872
1873
L'Île mystérieuse
The Mysterious Island
1874–5
1874–5
Le Chancellor
The Survivors of the Chancellor
1874–5
1875
Michel Strogoff
Michael Strogoff
1876
1876
Hector Servadac
Off on a Comet
1877
1877
Les Indes noires
The Child of the Cavern
1877
1877
Un Capitaine de quinze ans
Dick Sand, A Captain at Fifteen
1878
1878
Les Cinq Cents Millions de la Bégum
The Begum's Fortune
1879
1879
Les Tribulations d'un Chinois en Chine
Tribulations of a Chinaman in China
1879
1879
La Maison à vapeur
The Steam House
1879–80
1880
La Jangada
Eight Hundred Leagues on the Amazon
1881
1881
L'√Čcole des Robinsons
Godfrey Morgan
1882
1882
Le Rayon vert
The Green Ray
1882
1882
Kéraban-le-têtu
Kéraban the Inflexible
1883
1883
L'√Čtoile du sud
The Vanished Diamond
1884
1884
L'Archipel en feu
The Archipelago on Fire
1884
1884
Mathias Sandorf
Mathias Sandorf
1885
1885
Un Billet de loterie
The Lottery Ticket
1886
1886
Robur-le-Conquérant
Robur the Conqueror
1886
1886
Nord contre Sud
North Against South
1887
1887
Le Chemin de France
The Flight to France
1887
1887
Deux Ans de vacances
Two Years' Vacation
1888
1888
Famille-sans-nom
Family Without a Name
1889
1889
Sans dessus dessous
The Purchase of the North Pole
1889
César Cascabel
César Cascabel
1890
1890
Mistress Branican
Mistress Branican
1891
1891
Le Ch√Ęteau des Carpathes
Carpathian Castle
1892
1892
Claudius Bombarnac
Claudius Bombarnac
1892
1893
P'tit-Bonhomme
Foundling Mick
1893
1893
Mirifiques Aventures de Ma√ģtre Antifer
Captain Antifer
1894
1894
L'Île à hélice
Propeller Island
1895
1895
Face au drapeau
Facing the Flag
1896
1896
Clovis Dardentor
Clovis Dardentor
1896
1896
Le Sphinx des glaces
An Antarctic Mystery
1897
1897
Le Superbe Orénoque
The Mighty Orinoco
1898
1898
Le Testament d'un excentrique
The Will of an Eccentric
1899
1899
Seconde Patrie
The Castaways of the Flag
1900
1900
Le Village aérien
The Village in the Treetops
1901
1901
Les Histoires de Jean-Marie Cabidoulin
The Sea Serpent
1901
1901
Les Frères Kip
The Kip Brothers
1902
1902
Bourses de voyage
Travel Scholarships
1903
1903
Un Drame en Livonie
A Drama in Livonia
1904
1904
Ma√ģtre du monde
Master of the World
1904
1904
L'Invasion de la mer
Invasion of the Sea
1905
1905